https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/issue/feed SinarFe7 2019-12-07T20:22:54+07:00 sinarfe7 sinarfe7@gmail.com Open Journal Systems <p>Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI7 atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro</p> <p>ISSN (Print): 2621-3540&nbsp; dan ISSN (Online): 2621-5551</p> https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/2 Monitoring Arus Pada Kabel Ground Kabel Power Trafo Incoming 20 KV 2019-09-15T20:52:23+07:00 Fajar Santoso Wicaksono fajar.sw42@gmail.com Saidah saidah@ubhara.ac.id <p>Gardu induk transmisi yang meliputi tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi merupakan komponen utama dari system transmisi tenaga listrik. PLN (Perusahaan Listrik Negara) sebagai pemasok listrik utama di Indonesia masih menggunakan cara konvensional dalam melaksanakan monitoring arus pada kabel ground kabel power trafo incoming 20 kV dan dilaksanakan secara periodik. System monitoring arus ini terintegrasi pada computer operator gardu induk. Nilai arus yang terbaca dikonversi melalui sensor arus SCT 013, informasi waktu dan tanggal secara real time ditampilkan melalui computer operator. Implementasi monitoring arus kabel ground kabel power trafo incoming trafo 20 kV dilakukan di Gardu Induk 150 kV Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Monitoring arus ini terdapat informasi nilai arus bebas fasa R, fasa S, dan fasa T. system data logger dapat dgunakan untuk monitoring perubahan nilai arus beban. System notifikasi akan muncul jika nilai arus yang terbaca melebihi batasan yang telah ditetapkan</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/3 Analisa Perubahan Setting Rele Jarak Pada Saluran Transmisi Gardu Induk 150kV Ponorogo Ke Blitar 2019-09-15T21:02:03+07:00 Andy Prasetyo andyprasetyo07065@gmail.com Efrita Arfah Zuliari efrita.zuliari@gmail.com <p>Pada saluran transmisi, potensi gangguan yang terjadi adalah gangguan hubung singkat. Gardu induk pada sistem 150kV menggunakan rele jarak sebagai sistem proteksi utama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap perubahan <em>setting</em> rele jarak yang terdapat pada saluran 70kV Ponorogo-Blitar dan membandingkan dengan hasil perhitungan sesuai standar kemudian disimulasikan menggunakan <em>software</em> DigSilent 14.1.3. Standar yang digunakan adalah standar IEC 60255-121:2014. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rele jarak memiliki nilai setting yang tidak sesuai dengan standar. Jangkauan zona 1 yaitu Gardu Induk Ponorogo ke Gardu Induk Blitar, rele memiliki jangkauan sebesar 88%, zona 2 yaitu Gardu Induk Blitar ke Gardu Induk Tulungagung melindungi 52% dan zona 3 yaitu Gardu Induk Tulungagung ke Gardu Induk Blitar melindungi 20% sedangkan s<em>etting</em> perhitungan untuk zona 1 melindungi 80%, zona 2 melindungi 60% dan zona 3 melindungi 70%. Perbandingan <em>setting</em> impedansi zona 1 dan zona 2 terdapat selisih yang tidak terlalu jauh yaitu 0,147 Ω dan 0,041 Ω sedangkan untuk zona 3 mendapatkan selisih yang cukup jauh yaitu 0,733 Ω. Gangguan pada sistem disimulasikan pada jarak 30% dan 82% dari total panjang saluran Ponorogo-Blitar dan 40% dari total panjang saluran Blitar-Tulungagung. Didapatkan <em>setting</em> di Gardu Induk Ponorogo memiliki <em>error</em> untuk zona 1 sebesar 3-8%, zona 2 sebesar 10%, zona 3 sebesar 55% menunjukkan nilai yang jauh dari standar ini mengakibatkan kinerja rele yang kurang handal sedangkan <em>setting</em> perhitungan tidak memiliki <em>error</em> untuk zona 1, zona 2 sebesar 10%, zona 3 sebesar 5% menunjukkan nilai yang mendekati standar memungkinkan kinerja rele yang cukup handal.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/4 Pengaturan Kecepatan Motor Brushless DC Menggunakan Cuk Converter 2019-09-15T21:20:25+07:00 Defa Mulyana defamulyana97@gmail.com Iham Yusuf A ihamyusuf6212@gmail.com Naufal Miftaahul AS naufalaldhis@gmail.com Belly Yan Dewantara bellyyandewantara@gmail.com Iradiratu D. P.K iradiratu@hangtuah.ac.id <p><strong>Keuntungan seperti efisiensi tinggi, rasio inersia/torsi tinggi, jangkauan pengaturan kecepatan yang besar dan rendahnya <em>electro- magnetic interference </em>(EMI) menjadi alasan motor <em>brushless </em>DC (BLDC) menjadi pilihan yang tepat dalam banyak aplikasi dikehidupan sehari-hari seperti pada peralatan rumah tangga, industri dan kesehatan. Motor BLDC terdiri dari belitan 3 fasa pada stator dan magnet permanen pada rotornya. Dalam operasi BLDC memerlukan&nbsp; gelombang untuk bekerja, maka penggunaan inverter diperlukan. Inverter juga digunakan untuk tujuan kontrol kecepatan dikontrol kecepatan BLDC konvensional. Pada Makalah ini akan dilakukan penelitian mengenai pengaruh penggunaan <em>Cuk Converter </em>untuk mengatur kecepatan pada motor BLDC. Cuk<em> Converter </em>sendiri memiliki sifat tegangan keluaran yang dihasilkan dapat diatur menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari tegangan masukan, Cuk <em>Converter </em>dipilih karena dapat dioperasikan dalam berbagai jangkauan kontrol kecepatan.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/5 Rancang Bangun Solar Tracker Portable Berbasis Arduino Uno 2019-09-15T21:28:36+07:00 Indra Kurniawan Indrakurniawan2906@gmail.com Holy Lydia Wiharto hlwiharto@gmail.com <p>Pada tulisan ini dibahas tentang Prototype pembangkit listrik tenaga surya <em>portable</em>. Dirancang menggunakan solar panel polycristalline 50 WP dengan sistem <em>solar tracker</em>. Yang dimana sistem <em>solar tracker</em> menggunakan arduino uno , 4 buah sensor LDR, dan 2 Buah motor servo dengan daya 5,4 Watt. Arduino uno digunakan untuk kontrol dan pengolah datanya, sensor LDR digunakan untuk signal posisi intensitas cahaya terbesar saat itu, dan motor servo difungsikan untuk menggerakkan panel surya secara horizontal dan vertikal. Gerak horisontal dan vertikal untuk mencari itensitas cahaya matahari tertinggi saat itu sehingga dapat&nbsp; menghasilkan energi listrik yang maksimal.</p> <p>Rentang sudut gerak vertikal <em>solar tracker</em> sebesar 140˚ dengan posisi awal solar panel membentuk sudut 20˚ terhadap sumbu x negatif dan saat posisi akhir solar panel membentuk sudut 20˚ terhadap sumbu x positif, dan rentang sudut gerak horisontal solar tracker sebesar 180˚. Solar tracker dengan solar panel 50 WP yang dirancang menghasiklan arus keluaran sekitar 9% lebih besar dari arus yang dihasilkan oleh solar panel yang dipasang dengan sudut tetap 20˚ terhadap sumbu x negatif tanpa menggunakan sistem <em>solar tracker</em>.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/6 Pengembangan Bahan Ajar Digital Pembangkit Listrik Tenaga Air untuk Mata Kuliah Pembangkit Tenaga Listrik 2019-09-15T21:39:07+07:00 Faiz Syaikhoni Aziz faizsyaikhoni@gmail.com A.N. Afandi an.afandi@um.ac.id Slamet Wibawanto Slamet.wibawanto.ft@um.ac.id <p>Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan &nbsp;pembangkit terbesar keempat sebagai pemasok listrik nasional. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang mendapatkan informasi &nbsp;yaitu &nbsp;belum adanya bahan ajar &nbsp;Pembangkit Listrik Tenaga Air berupa modul digital dan video pembelajaran yang interaktif. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan bahan ajar digital Pembangkit Listrik Tenaga Air. Model pengembangan yang digunakan adalah model &nbsp;ADDIE, dengan tahapan : (1) <em>analyze</em>, (2) <em>design</em>, (3) <em>develop</em>, (4) <em>implement</em>, dan (5) <em>evaluate</em>. Hasil dari pengembangan bahan ajar digital &nbsp;berupa modul digital &nbsp;&nbsp;dan video pembelajaran yang telah divalidasi oleh ahli serta telah diuji cobakan kepada &nbsp;mahasiswa. Hasil uji validasi modul oleh ahli memperoleh persentase sebesar mahasiswa 90.73% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 93,25% (sangat layak), dan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 87,98% (sangat layak). Sedangkan hasil validasi video pembelajaran oleh ahli memperoleh persentase sebesar 93,22% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 88,38% (sangat layak), dan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 88,6% (sangat layak). Berdasarkan skor tersebut, modul dan video pembelajaran dinyatakan valid dan layak digunakan untuk &nbsp;pembelajaran.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/7 Variasi Frekuensi Dan Jarak Antar Kumparan Pada Sistem Wireless Power Transfer 2019-09-15T22:22:47+07:00 Annisa Rifqiana annisarifqiana@gmail.com Wijono wijono@ub.ac.id <p><strong>Sistem <em>Wireless Power Transfer</em> (WPT) menggunakan gelombang medan magnet sebagai metode pengiriman daya. Medan magnet pada metode kopling induktif bekerja pada jarak dekat. Parameter sistem WPT perlu ditentukan untuk meningkatkan efisiensi sistem. Rangkaian LC kumparan pengirim dan penerima membutuhkan frekuensi resonansi yang sama untuk pengiriman daya maksimum. Selain itu, konfigurasi bentuk dan jarak antar kumparan juga perlu diperhitungkan untuk menghasilkan fluks yang maksimum. Pada penilitian ini dilakukan simulasi dan penghitungan efisiensi WPT kemudian dilakukan analisis pengaruh variasi frekuensi dan jarak antar kumparan terhadap efisiensi WPT. Hasil simulasi dan penghitungan menunjukan jarak antar kumparan berbanding terbalik dengan efisiensi WPT. Semakin besar frekuensi maka nilai efisiensi semakin besar. Jarak dan frekuensi optimum untuk mencapai efisiensi maksimum pada simulasi adalah 0,001 m dan frekuensi 220 KHz dengan nilai efisiensi 24,888%. Sedangkan pada penghitungan jarak dan frekuensi paling optimum untuk mencapai efisiensi maksimum adalah 0,001 m dan frekuensi 220 KHz dengan efisiensi 18,8855%.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/8 Studi Performa Transformator Daya Menggunakan Metode Health Index di Gardu Induk Waru Sidoarjo 2019-09-15T22:29:02+07:00 Amir Kurniawan amir.kurniawan94@gmail.com Yuni Rahmawati yuni.rahmawati.ft@um.ac.id Hari Putranto harput160661@gmail.com <p>Transformator daya merupakan alat utama dalam supply energi listrik serta harus beroperasi terus menerus. Transformator daya 50 MVA dan 60 MVA di GI Waru mayoritas beroperasi mengirim energi listrik pada industri besar dan perumahan. Supaya menghindari kegagalan dan memperpanjang umur operasi diperlukan aset manajemen dalam menilai performa kondisi transformator daya untuk mengetahui kondisi transformator daya keseluruhan dan mengantisipasi kerusakan yang tidak di inginkan. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam menilai kondisi transformator daya yakni metode health index dimana penilaian berdasarkan uji minyak isolasi (DGA, kualitas minyak, dan furan) dan kondisi tap changer menggunakan data tiga tahun terakhir. Data tiga tahun digunakan untuk mengetahui trend performa sebagai evaluasi kondisi dari transformator daya. Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa performa kondisi keseluruhan transformator di Gardu Induk Waru dalam kondisi bagus, dengan tindakkan perawatan normal. Performa yang stabil ditunjukkan pada tahun 2016-2018 oleh transformator daya 7 sebesar 75%.&nbsp; Performa paling tinggi mencapai 95 % ditemukan pada transformator daya 5 di tahun 2018.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/9 Penerapan Metode Critical Trajectory dalam Peletakan Super Capacitor Energy Storage (SCES) Berbasis Indeks Energi 2019-09-15T22:36:02+07:00 Talitha Puspita Sari talithapuspita@gmail.com Aprilia Rahmayanti aprilia.rahmayanti15@mhs.ee.its.ac.id Ardyono Priyadi priyadi@ee.its.ac.id Feby Agung Pamuji febyagungpamuji@gmail.com <p>Kestabilan transien merupakan kemampuan sistem tenaga listrik untuk menjaga sinkronisme pada generator selama gangguan. Oleh karena itu, sistem membutuhkan waktu pemutusan kritis atau <em>Critical Clearing Time </em>(CCT) berdasarkan respons sudut rotor. Metode <em>Critical Trajectory</em> (CTrj) adalah metode untuk perhitungan CCT dengan menggunakan kehilangan sinkronisme (<em>modified losing synchronism</em>) sebagai kondisi titik akhir. Pemasangan <em>Super Capacitor Energy Storage</em> (SCES) bertujuan untuk memperbaiki CCT agar gangguan dapat dihilangkan sebelum generator terlepas dari sistem. Saat terjadi gangguan, SCES akan merespons sistem dengan menyerap daya mekanis berlebih dari <em>Critical Generator</em> (CG). Pada sistem Anderson dan Fouad 3-generator 9-bus, CG terletak di generator ke-2. Penelitian ini akan membuktikan adanya peningkatan CCT rata-rata selama 0.01 detik apabila SCES diletakkan pada bus CG.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/10 Peletakan Supercapacitor Energy Storage (SCES) Berdasarkan Metode Critical Trajectory untuk Memperbaiki Nilai Critical Clearing Time (CCT) 2019-09-15T22:42:23+07:00 Ardyono Priyadi priyadi@ee.its.ac.id Almira Atha Nurhasyimi almiratha@gmail.com Talitha Puspita Sari talithapuspita@gmail.com Vita Lystianingrum vitagrum@gmail.com <p>- Kestabilan sistem merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan guna menjaga kontinuitas dan reliabilitas sistem tenaga listrik. Ketika sistem mengalami gangguan besar, maka perlu dilakukan studi kestabilan transien untuk memastikan bahwa sistem mampu mempertahankan sinkronisasinya pada kondisi transien. Agar sistem dapat stabil, gangguan harus segera dihilangkan dengan mempertimbangkan waktu pemutusan kritis atau <em>Critical Clearing Time </em>(CCT). Jika waktu pemutusan gangguan oleh sistem proteksi melebihi nilai CCT, maka sistem akan menjadi tidak stabil. Untuk meningkatkan jaminan kestabilan sistem, maka <em>Supercapacitor Energy Storage </em>(SCES) dipasang pada salah satu bus generator dalam sistem. Pada penelitian ini akan dilakukan pencarian bus generator yang tepat sebagai lokasi peletakan SCES. Pemilihan lokasi peletakan SCES terbaik dilakukan berdasarkan nilai CCT sistem yang diperoleh menggunakan metode <em>Critical Trajectory</em>. Lintasan kritis (c<em>ritical trajectory</em>) merupakan lintasan yang dimulai dari suatu titik pada lintasan saat terjadinya gangguan (<em>fault-on trajectory</em>) hingga mencapai suatu titik kritis di mana sistem kehilangan sinkronisasi. Hasil simulasi menunjukkan bus generator 3 (bus 3) sebagai lokasi peletakan SCES terbaik untuk sistem Fouad dan Anderson <em>3-machine 9-bus </em>dengan peningkatan nilai rata-rata CCT sistem sebesar 5,50%.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/11 Rancang Bangun Linetracer Pada Penerapan Mata Kuliah Rangkaian Digital 2019-09-15T22:49:20+07:00 Farid Baskoro faridbaskoro@unesa.ac.id Mohammad Meizaki Fatihin meizakifatihin@gmail.com Aristyawan Putra Nurdiansyah aristyawanputra17@gmail.com <p><strong>Rangkaian digital merupakan rangkaian yang menangani tegangan tinggi dan rendah. Tegangan tinggi biasanya diartikan dengan 5 volt, dan tegangan rendah diartikan dengan 0 volt. Rangkaian digital dapat digunakan sebagai pengantar untuk menekuni bidang elektronika. Telah banyak rangkaian digital yang telah diciptakan termasuk <em>linetracer</em>. Pada penelitian ini, <em>linetracer</em> digunakan sebagai media pembelajaran rangkaian digital, dengan mencari nilai sensor untuk menentukan pergerakan <em>linetracer</em> sehinggga diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dalam melatih logika pemprograman dan melatih kreatifitas dalam pembuatan bentuk fisik robot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diawali dengan studi literatur tentang identifikasi kebutuhan sistem berupa komponen yang dibutuhkan, sehingga menjadi langkah selanjutnya untuk melakukan perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. </strong></p> <p><strong>Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil pengujian berupa nilai sensor sebesar kurang dari 55 ketika lantai berwarna putih dan nilai sensor sebesar lebih dari 900 ketika lantai berwarna hitam. Dengan perbedaan nilai saat mendeteksi warna lantai, membuat <em>linetracer</em> memiliki dua pola gerakan yang berbeda yaitu berbelok ke kiri dank e kanan. </strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/12 Internet Of Things Sebagai Monitoring Gas Sulfur Oksida 2019-09-16T06:27:49+07:00 Muhammad Arifin Ardi ardyengineer@gmail.com Muhammad Nurkahfi ardyengineer@gmail.com Fellian Helmi Pristianto ardyengineer@gmail.com <p>Pada penelitian ini, <em>internet of things</em> sebagai monitoring gas sulfur oksida dirancang dan dibangun menggunakan sensor gas MQ136, merupakan modul aktif yang dapat mendeteksi fenomena fisis konsentrasi gas sulfur oksida dengan rentang pembacaan antara 0 sampai dengan 100ppm (Parts Per Millions), hasil pembacaan sensor gas MQ136 yang masih dalam bentuk signal analog dikonversi menggunakan modul ESP8266 Node MCU kedalam bentuk nilai yang dapat dipahami oleh manusia. Hasil data yang telah dikonversi dikirim menggunakan ESP8266 Node MCU menggunakan akses internet yang diperoleh dari <em>Hotspot/Thetering WiFi</em> <em>Selluler</em> ke <em>server</em> Firebase. Proses pengujian prototip pada penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi menggunakan miniatur geografi Gunung Ijen yang pada titik tengah miniatur diberikan sistem hembusan gas sulfur dengan kecepatan aliran yang dapat dikondisikan. Sebaran konsentrasi gas sulfur oksida dideteksi menggunakan sensor gas MQ136 yang ditempatkan pada beberapa titik yang mewakili zonasi wilayah Gunung Ijen. Tingkat konsentrasi gas sulfur oksida dapat diamati secara <em>online</em> dan <em>realtime</em> menggunakan aplikasi berbasis Android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan sistem memiliki kecepatan pembacaan dan tingkat keakurasian data sebesar 100%.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/13 Penentuan Kualitas Warna Batu Blue Sapphire Dengan Image Processing Menggunakan Metode RGB To HSV 2019-09-16T06:35:29+07:00 M.Zainul Arifin zainularifinpipin@gmail.com Koko Joni miftachul.ulum@trunojoyo.ac.id Miftachul Ulum kokojoni@gmail.com <p>Pengolahan gambar dengan menggunakan <em>image processing </em>merupakan salah satu metode untuk menentukan kualitas&nbsp; &nbsp;batu permata ada 4c yaitu <em>color, clarity, carats, cutting </em>dan dengan skripsi saya ini akan menggunakan salah satu penentu kualitas dan harga pada batu permata yaitu penentuan pada warna batu permata. Maka dari itu saya membuat skripsi ini untuk orang awam atau penggemar batu permata blue sapphire yang baru pertama kali menggeluti pada bidang batu permata <em>blue sapphire </em>karena orang yang belum mempunyai &nbsp;pengalaman&nbsp; akan&nbsp; kesulitan &nbsp;untuk &nbsp;menentukan &nbsp;warna yang berkualitas baik pada batu permata <em>blue sapphire</em>. Tujuan untuk membuat &nbsp;skripsi&nbsp; ini &nbsp;untuk &nbsp;mengatasi&nbsp; permasalahan &nbsp;dalam menentukan kualitas warna pada batu blue sapphire dengan mengguanakan <em>microscope digital </em>dan raspberry pi 3 agar bisa digunakan secara portable untuk memproses sebuah gambar dari batu blue sapphire saya menggunakan metode RGB to HSV dan pemrograman nya menggunakan phyton dan open cv sebagai library.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/14 Implementasi Metode Fuzzy Logic Untuk Menentukan Proporsional Badan Berdasarkan IMT (Indeks Massa Tubuh) 2019-09-16T06:42:40+07:00 Sirrulah Putriani sirrulahsmandasa@gmail.com Muh. Taufiqurrohman sirrulahsmandasa@gmail.com Joko Subur sirrulahsmandasa@gmail.com <p>Badan proporsional merupakan impian semua orang, banyak cara dilakukan untuk mendapatkan badan yang proporsional, diantaranya olahraga teratur, dan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi. Namun kurangnya pengetahuan tentang seberapa nilai yang harus dicapai untuk proporsional sehingga kesulitan dalam menentukan bahwa badannya proporsional atau tidak. Dengan perhitungan IMT (Indeks Massa Tubuh) dapat diketahui apakah badan seseorang sudah mencapai proporsional atau belum. Alat ini memberi kemudahan dalam mengetahui proporsional badan secara praktis dan otomatis, dengan menggunakan metode <em>fuzzy logic </em>sebagai cara penggolongan antara kurus, normal, gemuk, maupun obesitas secara akurat berbasis mikrokontroler. Penggunaan sensor <em>infrared</em> dan sensor load cell sebagai media pengganti alat ukur untuk menghasilkan data ukur yang akan diolah oleh mikrokontroler dan menghasilkan hasil yang akurat. Hasil yang akurat tersebut akan langsung bisa dilihat dan didengar oleh pengguna alat secara langsung melalui LCD dan speaker yang berisi syarat proporsional untuk badan pengguna beserta saran yang mendukung untuk mencapai badan yang proporsional dan informasi suara menyangkut kondisi berat badan yaitu kurus, normal, gemuk dan obesitas. Jadi pengguna tidak kesulitan untuk menentukan badan&nbsp; proporsional, cukup dengan menggunakan alat ini pengguna sudah mengetahui hasil perhitungan IMT dan apabila badan pengguna belum proporsional maka alat tersebut akan memberi saran untuk memiliki badan proporsional.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/15 Alat Ukur Kadar Gula Darah Non- Invasive Dalam Urin Menggunakan TCS3200 Metode Artificial Neural Network 2019-09-16T06:58:04+07:00 Lailul Ahada lailulahada@gmail.com Joko Subur joko.subur@hangtuah.ac.id Muh. Taufiqurrohman taufiqurrohman@hangtuah.ac.id <p><strong><em>Diabetes mellitus </em>(DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidak mampuan organ pankreas untuk memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah dihasilkan oleh pankreas secara efektif, atau gabungan dari kedua hal tersebut. Diabetes melitus merupakan penyakit yang mengiringi proses penuaan atau penyakit keturunan. Saat ini, diagnosis DM umumnya sangat bergantung pada pemeriksaan glukosa darah dengan menusuk jari atau lengan pasien untuk menggambil sampel darah. Untuk menggunakan cara alternatif memantau kadar gula darah dengan menggunakan metode non-invasive (tanpa melukai tubuh) bisa menggunakan urin. Penelitian ini menggunakan urin untuk menentukan tingkat gula darah. Perancangan alat ini bekerja dengan mengukur tingkat warna </strong><strong>urin yang dicampur dengan larutan benedict menggunakan sensor tcs3200 dan mikrokontroller sebagai unit kontrol menggunakan metode <em>Artificial Neural Network</em> mempermudah pendektesian penyakit tersebut tanpa memerlukan uji laboratorium. Pada rancang bangun alat kadar gula darah <em>non-invasive </em>berhasil mendeteksi adanya kadar gula darah, diperoleh tingkat keberhasilan 90%.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/16 Alat Ukur Kelembaban, PH, Suhu Dan Fertility Pada Budidaya Buah Naga Menggunakan Metode Fuzzy Logic 2019-09-16T07:05:39+07:00 Nofi Zahrotun W nofi.zahrotun8@gmail.com M. Taufiqurrohman taufiqurrohman@hangtuah.ac.id <p><strong>: Buah naga adalah buah sejenis kaktus yang memiliki duri pada setiap sisinya. Isi buahnya berwarna putih dan merah dengan biji – biji berwarna hitam. Pada pertumbuhan tanaman buah naga memiliki syarat tumbuh agar tanaman buah naga dapat tumbuh dengan optimal. Tingkat pertumbuhan tanaman buah naga dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara dalam tanah. Selain unsur hara sebagai penentu kualitas pertumbuhan tanaman buah naga, terdapat beberapa faktor lainnya yaitu suhu, kelembaban dan pH tanah (tingkat keasaman atau kebasaan). Namun kurangnya pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman buah naga dikarenakan tidak semua petani mempunyai alat ukur unsur hara pada tanah. Pada penelitian ini dirancang bangun sebuah prototipe alat ukur kelembaban, pH, suhu dan <em>fertility </em>pada budidaya buah naga menggunakan metode <em>fuzzy logic</em> yang dapat memberikan informasi kondisi tanah bagus, sedang dan buruk berbasis mikrokontroler. Mikrokontroler berfungsi untuk membaca sinyal-sinyal analog yang dihasilkan oleh sensor suhu DS18B20, sensor pH, sensor<em> soil moisture</em> dan ETP303. Sinyal-sinyal analog yang dihasilkan oleh sensor tersebut akan diubah menjadi data digital oleh mikrokontroler dan akan ditampilkan pada LCD. Hasil pengujian sensor menunjukkan bahwa memiliki kesalahan 5% untuk suhu, 0.074% untuk pH, 0.006% untuk kelembaban dan EPT 0.03%.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/17 Rancang Bangun Pergerakan Robot Pemadam Api Berkaki Menggunakan Metode Proportioanal Integral Derivative (PID) 2019-09-16T07:13:43+07:00 Cholid Kusyairi cholid.kusyairi08@gmail.com Joko Subur joko.subur@hangtuah.ac.id Muh. Taufiqurrohman taufiqurrohman@hangtuah.ac.id <p>Kontrol <em>Proportional</em> <em>Integral</em> <em>Derivative</em> (PID) adalah sistem pengendali yang umum digunakan di industri. Sekitar 90% dari peralatan industri menggunakan pengendali PID karena mudah digunakan dan paling sederhana. Navigasi robot pemadam api merupakan salah satu hal paling penting dalam perlombaan seperti Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) dimana robot ini diharuskan dapat mengikuti kontur dinding arena. Robot ini dipilih karena arena perlombaan dari Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) terdiri dari dinding-dinding yang membentuk lorong dan ruangan yang berbeda–beda. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan algoritma kendali pada robot pemadam api berkaki dengan menggunakan metode PID, dimana kontrol PID tersebut diproses dalam mikrokontroler, Pada perhitungan hasil PID akan dihasilkan sudut untuk masing-masing motor servo, agar robot dapat berjalan sesuai degan yang diharapkan sehingga robot dapat bernavigasi dengan mengambil keputusan bergerak cepat, pelan, belok kanan, belok kiri, berhenti, memadamkan api, dari data sensor jarak dan sensor api yang ada pada robot. Sehingga robot dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/18 Pengembangan Media Pembelajaran Elektronika dan Pemrograman Menggunakan Alat Pelarut PCB (Printed Circuit Board) Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Karawang 2019-09-16T07:23:30+07:00 Rahmat Hidayat rahmat.hidayat@staff.unsika.ac.id Reza Setiawan reza.setiawan@staff.unsika.ac.id Vera Pangni Fahriani vera.pangni@ft.unsika.ac.id Enjang Ahmad Juanda juanda@upi.edu Rusman rusman_71@yahoo.com <p>- Karawang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang memiliki industri dengan jumlah yang cukup banyak di Indonesia. Salah satu bidang industri di Karawang tersebut adalah industri elektronika. Kondisi ini memberikan peluang kepada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terutama jurusan elektro untuk dapat bekerja serta mengembangkan wirausaha di bidang industri perakitan elektronika di Karawang.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode rancang bangun. Secara urut metode tersebut adalah identifikasi kebutuhan yang diperlukan. Kemudian kebutuhan tersebut dianalisis untuk mendapatkan komponen secara spesifik. Selanjutnya dilakukan perancangan perangkat keras dan lunak, pembuatan serta pengujian.</p> <p>Hasil unjuk kerja dari alat pelarut PCB ini bekerja berdasarkan perintah dari satu buah mikrokontroler ATmega 8 yang bertugas mengatur putaran motor servo dan menghitung <em>timing</em> proses kerja alat. Sebelum program dijalankan pengguna harus mengeset <em>timer </em>proses pelarutan pada menu yang dapat di set melalui LCD <em>display</em>. Setelah program dijalankan maka alat akan bekerja sesuai dengan program yang dibuat. <em>Timer</em> akan berjalan seketika tombol run ditekan. Pada saat waktu pelarutan telah mencapai nilai pengesetan maka mikrokontroler akan memerintahkan motor servo untuk berhenti berputar dan <em>buzzer</em> akan berbunyi sampai tombol reset ditekan atau tombol power dimatikan.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/19 Monitoring Dan Penstabil Tegangan Pada Alternator Kendaraan Menggunakan Microcontroller 2019-09-16T07:29:27+07:00 Aldo Reftya Tegar Saputra reftyaa@gmail.com kunto aji wibisono kunto.ajiw@trunojoyo.ac.id Haryanto haryanto@trunojoyo.ac.id <p><strong>Sistem pengisian pada kendaraan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan listrik kendaraan dan pengisian akumulator. Pada sistem pengisian terdapat regulator tegangan yang berfungsi menstabilkan tegangan <em>output</em> dari alternator sebagai penyuplai tegangan utama. Ada dua jenis regulator tegangan yang digunakan pada kendaraan yaitu ic regulator dan modul <em>cut out</em>, yang memiliki karakteristik dan peforma yang berbeda. Ic regulator merupakan pengatur tegangan yang berupa rangkaian komponen elektronika.</strong></p> <p><strong>Sedangkan modul <em>cut out</em> merupakan regulator tegangan yang bekerja dengan memanfaatkan kuat medan magnet untuk menggerakkan titik poin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa dari modul <em>cut out</em> dan modul regulator dengan menggunakan <em>microcontrolle</em>r pada kendaraan Mazda 616 dengan mengukur tegangan <em>output</em> dari masing-masing regulator tegangan.</strong></p> <p><strong>Pada penelitian ini dirancang modul penyetabil tegangan dengan menggunakan AVR Atmega 16 sebagai <em>controllernya</em>. Dan sensor tegangan yang berfungsi untuk mendeteksi besarnya tegangan <em>output</em> dari alternator yang kemudian memberikan <em>feedback</em> untuk mengatur tegangan pada rotor alternator agar <em>output</em> yang dihasilkan alternator stabil. Dari uji coba yang telah dilakukan kinerja dari <em>microcontroller</em> lebih baik daripada modul cut out.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/20 Transliterasi Huruf Latin Bahasa Indonesia ke Aksara Jawa Menggunakan Metode Snakecut 2019-09-16T07:36:39+07:00 Gian Putra Hoetomo gianputrahoetomo@gmail.com Miftachul Ulum miftachul.ulum@trunojoyo.ac.id Haryanto haryanto@trunojoyo.ac.id <p><strong>Aksara jawa merupakan kultur budaya asli jawa yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh sebagian besar orang jawa. Namun pada jaman modern ini aksara jawa semakin ditinggalkan oleh sebagian masyarakat terutama generasi muda saat ini. Banyak teknologi modern yang muncul untuk menunjang penggunaan aksara jawa seperti font aksara jawa. Namun teknologi yang ada dirasa masih kurang dalam menunjang penggunaan aksara jawa karena belum dilengkapi aplikasi yang ada. Maka, dibutuhkan teknologi yang lebih mudah digunakan yaitu melalui aplikasi transliterasi huruf latin ke aksara jawa berbasis <em>image processing</em>. Aplikasi ini akan sangat membantu pengguna dalam menerjemahkan huruf latin ke aksara jawa melalui kamera yang digunakan untuk mengambil gambar. Gambar yang diambil akan dikonversi melalui aplikasi Microsoft Visual Studio 2010 dengan <em>library</em> EmguCV sebagai <em>library</em> pengolahan citra. Teks akan dibaca melalui <em>Snakecut </em>yang akan diimplementasikan pada pengenalan karakter. Karakter yang telah dikenali akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa jawa, kemudian di penggal menjadi suku kata untuk diterjemahkan ke aksara jawa. Dari penelitian ini didapatkan hasil pengujian sistem dengan akurasi sebesar </strong><strong>85%</strong><strong>. Hasil tersebut dipengaruhi oleh kualitas kamera, pencahayaan, jarak, dan tulisan.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/21 Alat Pencuci Tangan Otomatis Dengan Air, Sabun Cair Dan Handdryer Menggunakan Metode Skin Detection 2019-09-16T07:43:10+07:00 Ainur Risal ainur.risal@gmail.com Miftachul Ulum miftachul.ulum@trunojoyo.ac.id Achmad Ubaidillah ubaidillah.ms@trunojoyo.ac.id <p>Di berbagai tempat sering di jumpai wasafel atau tempat untuk mencuci tangan yang bekerja secara manual. Hal itu akan menjadi masalah jika ada pemakai yang mencuci tangannya dengan dengan sengaja atau tidak tidak sengaja lupa mematikan kran air. Sedangkan untuk mengeringkan tangan juga masih menggunakan handuk kecil dan juga tisu. Dari contoh yang sederhana itu maka di buat suatu alat yang berjudul “ alat pencuci tangan otomatis dengan air, sabun cair dan <em>hand dryer</em> berbasis <em>webcam</em> menggunakan metode <em>skin detetction</em>”. Untuk merealisasikannya&nbsp; maka di buatlah alat dengan judul tersebut yang di dukung dengan kemajuan teknologi salah satunya dengan menggunakan kamera web cam. Alat pencuci tangan otomatis ini menggunakan perangkat keras berupa <em>Raspberry pi3</em> dan perangkat lunaknya menggunakan bahas pemrograman <em>python. </em>Salah satu kelebihan dari alat ini pengguna tidak perlu memutar kuas kran secara manual lagi untuk mengeluarkan airnya, tetapi hanya perlu mengkodekan jari pada <em>web cam </em>sesuai dengan kode tangan yang telah di buat, yaitu kode 1 untuk mengaktifkan Air, kode 2 untuk mngaktikfkan Sabun cair, dank kode tangan 3 untuk mengaktifkan <em>hand dryer</em>, masing masing kode tangan akan <em>relay</em> aktif selama 10 detik baik itu air, sabun cair, dan <em>hand dryer. </em>Ketika kode tangan 1 aktif maka <em>solenoid valve</em> akan mengalirkan air secara otomatis begitupun dengan kode tangan 2&amp;3. Alat ini hanya bisa mendeteksi tangan manusia saja ketika da suatu benda yang menyerupai tangan dan warnanya tidak sama dengan tangan manusia maka <em>raspberry</em> tidak akan menjalankan program apapun.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/23 Desain Banyumas Smart City Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Fog Computing Architecture 2019-09-16T12:27:27+07:00 Bayu Prastyo bayoe.30015@gmail.com Faiz Syaikhoni Aziz, faizsyaikhoni@gmail.com Wahyu Pribadi pakwahyupribadi@gmail.com A.N. Afandi an.afandi@um.ac.id <p><strong>Penggunaan internet di Kabupaten Banyumas kini semakin beragam sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Pengembangan teknologi komunikasi menimbulkan berbagai aspek juga ikut berkembang. Sebagai contoh pemanfaatan internet untuk sistem pengendalian lampu lalu lintas agar dapat diatur sesuai dengan pengaturan dan dapat dimonitoring secara <em>real time</em>. Dalam perkembangan teknologi komunikasi, muncul istilah <em>Internet of Things</em> (IoT) sebagai konsep memperluas manfaat dari system komunikasi internet untuk memberikan <em>impuls</em> pada suatu system yang lain. Dengan kata lain, IoT dimanfaatkan sebagai komunikasi untuk kendali dan monitoring jarak jauh dengan memanfaatkan koneksi internet. <em>Internet of Things </em>di era sekarang sedang dikembangkan untuk membuat sebuah system cerdas untuk keperluan pengendalian berbagai keperluan public hingga muncul konsep <em>smart city</em>. Pada dasarnya, <em>smart city</em> memanfaatkan koneksi internet untuk banyak keperluan seperti mengendalikan CCTV, lampu lalu lintas, pengendalian robot lengan pada industry dan penyimpanan data pada rumah sakit. Bila system tersebut dilakukan secara langsung dari <em>device</em> ke server pusat maka akan terjadi antrian data yang sangat panjang sedangkan system yang dibuat menuntut kecepatan dan keakuratan waktu sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang memungkinkan pengendalian dan pemrosesan data cukup dilakukan pada <em>network edge</em> pengguna. Maka digunakanlah <em>fog computing</em> dengan harapan system <em>smart city</em> mampu bekerja dengan nilai <em>latency</em> yang kecil sehingga system lebih real time dalam mengirim atau menerima data.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/24 A Review: Cloud Computing untuk Smart Energy Management System di Negara Berkembang 2019-09-16T12:37:58+07:00 Faiz Syaikhoni Aziz faizsyaikhoni@gmail.com Bayu Prasetyo bayoe.30015@gmail.com A.N Afandi an.afandi@um.ac.id <p><strong>Semakin majunya teknologi membuat sebuah sistem memiliki kebutuhan energy listrik yang meningkat. Teknologi penyaluran energy listrik yang ada sekarang dirasa masih belum mampu mengatasi beberapa permasalahan seperti tingkat permintaan tak sebanding dengan tingkat pembangkitan. Selain itu ketergantungan akan bahan bakar fosil menjadi masalah tersendiri mengingat tingkat polusi yang semakin meningkat. Oleh karena itu muncul gagasan untuk mengembangkan sistem untuk mengintegrasikan <em>renewable energy</em> dengan jaringan listrik yang sudah tersedia secara otomatis dan dikenal dengan sebutan <em>smart grid</em>. Selain pengembangan di sisi jaringan, manajemen energy di sisi konsumen juga mulai dikembangkan dengan munculnya BEMS atau <em>building energy management system</em>. Semua data dari sistem <em>smart grid</em> dan <em>building energy management system</em> memiliki jenis data dan komputasi yang rumit dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pada perangkat komputasi tradisional. Oleh karena itu semua data disimpan dan diproses pada teknologi <em>Cloud Computing</em>. Pemanfaatan teknologi <em>cloud computing</em> untuk &nbsp;<em>smart energy management system</em> &nbsp;&nbsp;di negara berkembang memiliki potensi yang baik.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/25 Penjejakan Wajah Dengan Menggunakan Improved Mean Shift Tracking 2019-09-16T12:47:20+07:00 Sulfan Bagus Setyawan sulfan@pnm.ac.id Hanum Arrosida hanumarrosida@pnm.ac.id <p><em>Penjejakan wajah secara visual adalah suatu&nbsp; image processing untuk mengikuti pergerakan wajah yang menjadi target. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan sistem penjejakan objek dengan menggunakan metode haar cascade, tetapi pada sistem penjejakan objek tersebut tidak tahan terhadap oklusi dan gangguan noise background.&nbsp; Maka pada paper ini, dibangun sistem penjejakan wajah yang tahan terhadap oklusi, background noise. Pada penelitian ini, wajah yang dijejak akan dideteksi dengan menggunakan metode haarcascade viola jones, kemudian akan dibangun Algoritma Improved Mean Shift, yaitu&nbsp; dengan mengabungkan metode Mean Shift dan&nbsp; Corrected Background Weigthed Histogram. Mean Shift digunakan untuk mendeteksi koordinat pada target yang tahan terhadap ganggunan oklusi. Metode Corrected Background Weighted Histogram ditambahkan pada metode Mean Shift untuk menghilangkan noise fitur background yang memiliki fitur yang dengan objek yang dijejak. Hasil dari metode ini, target dapat tahan terhadap oklusi dan noise background. Improved Mean Shift tracking memiliki error rata-rata 3.87 pixel dengan standart deviasi&nbsp; 1.54 pixel.</em></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/26 Sistem Deteksi Kantuk Pada Pengendara Roda Empat Menggunakan Eye Blink Detection 2019-09-16T12:54:00+07:00 Siti Maslikah siti.maslikah46@gmail.com Riza Alfita riza.alfita@trunojoyo.ac.id Achmad Fiqhi Ibadillah fiqhi.ibadillah@trunojoyo.ac.id <p>Salah satu faktor penyebab utamanya yaitu kondisi pengemudi mengantuk. Secara umum rasa kantuk muncul pada malam hari ketika tubuh butuh istirahat. Namun pada beberapa orang rasa kantuk muncul tidak bergantung waktu. Keadaan seperti ini yang perlu lebih diperhatikan apabila kita sedang mengemudi agar angka kecelakaan karena faktor mengantuk dapat dihindari. Kepolisian republik indonesia mencatat bahwa peningkatan kecelakaan lalu lintas terus terjadi sepanjang tahun, dimana hampir mayoritas terjadi karena pengemudi yang sedang dalam keadaan mengantuk. Dari permasalahan tersebut dibuat sebuah sistem yang secara otomatis bisa menentukan apakah pengemudi sedang dalam keadaan sadar, mengantuk atau tertidur menggunakan metode <em>Haar Cascade Classifier</em>. Tahapan proses dimulai dengan pengambilan gambar menggunakan Pi <em>Camera</em> yang tersambung dengan <em>raspberry</em> untuk mendeteksi area wajah menggunakan metode <em>Haar Cascade Classifier</em> kemudian algoritma <em>regression tress</em> pada <em>facial landmarks detection</em> yang digunakan untuk mendeteksi mata kantuk dengan keluaran berupa alarm untuk memberikan reaksi agar pengemudi tidak mengantuk. Dari hasil uji coba keseluruhan yang dilakukan diperoleh prosentase keberhasilan sebesar 90% dan tingkat error 10% pada siang hari dari 20 percobaan. Sedangkan prosentase pengujian pada malam hari diperoleh nilai sebesar 85% dan tingkat error 15% dari 20 percobaan. Dengan jarak kamera dengan pengemudi anatara 30 – 50 cm dan tingkat kemiringan sebesar 0 – 45 derajat.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/28 Analisis Metode Pembentukan Antena Mikrostrip Berpolarisasi Sirkular Pada Frekuensi X-Band dan Ku-Band 2019-09-16T16:59:09+07:00 Jaufilaili I. Pramesthi jaufilaily.ip@gmail.com Bambang S. Nugroho bambangsetianugroho@telkomuniversity.ac.id Agus D. Prasetyo adprasetyo@telkomuniversity.ac.id <p>Pada penelitian ini, telah dirancang antena mikrostrip <em>patch</em> persegi berpolarisasi sirkular yang bekerja pada frekuensi X-band dan Ku-band. Penelitian ini difokuskan untuk pengembangan di frekuensi tertentu guna mempelajari karakteristik pembentukan antena berpolarisasi sirkular, tidak untuk diimplementasikan. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam pembentukan polarisasi sirkular, yaitu: 1) <em>diagonal slot</em> 2) <em>truncated square</em> 3) <em>dual-feed</em>. Metode <em>diagonal slot</em> di rancang dengan menambahkan <em>slot</em> persegi panjang di tengah <em>patch</em>. Metode <em>truncated square</em> di rancang dengan memotong sisi sudut <em>patch</em>. Dan metode <em>dual-feed</em> di rancang dengan menambahkan pendekatan pencatu <em>microstrip line</em> jenis <em>T-Junction</em>. Target utama parameter yang harus dipenuhi adalah menghasilkan <em>axial ratio</em> ≤ 3 dB dengan besar VSWR ≤ 1.5 di frekuensi tertentu. Antena dengan metode <em>diagonal slot</em> diperoleh VSWR 1,486 dan <em>axial ratio</em> 2,963 dB di frekuensi X-band, diperoleh VSWR 1,162 dan <em>axial ratio</em> 2,965 dB di frekuensi Ku-band. Untuk antena metode <em>truncated square</em> diperoleh hasil VSWR 1,269 dan <em>axial ratio</em> 2,579 dB di frekuensi X-band, diperoleh VSWR 1,312 dan <em>axial ratio</em> 2,676 dB di frekuensi Ku-band. Dan untuk antena metode <em>dual-feed</em> diperoleh hasil VSWR 1,136 dan <em>axial ratio</em> 2,48 dB di frekuensi X-band, diperoleh VSWR 1,42 dan <em>axial ratio</em> 2,48 di frekuensi Ku-band</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/29 Rancang Bangun Antena Helix Sebagai Penguat Sinyal GSM Untuk Menunjang Komunikasi (Studi Kasus di Sekolah Darul Hadist Desa Klapayan Kabupaten Bangkalan) 2019-09-16T17:06:59+07:00 Yuandika Nur Pratama yuandikatama@gmail.com Miftachul Ulum miftachul.ulum@trunojoyo.ac.id Diana Rahmawati diana.rahmawati@trunojoyo.ac.id <p><strong>UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang diselenggarakan di sekolah Darul Hadist desa Klapayan kabupaten Bangkalan. Pada saat dilakukan ujian berlangsung sering terjadi gangguan karena daya tangkap sinyal lemah. </strong><strong>Oleh karena</strong><strong> itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dirancang sebuah antena penguat sinyal, yang digunakan untuk menguatkan daya tangkap sinyal pada modem GSM <em>(&nbsp;Global System for Mobile Communications) </em>&nbsp;sehingga dapat memaksimalkan kecepatan dan konektifitas jaringan. Pada penelitian ini telah dirancang antena helix yang bekerja pada frekuensi 1.8 GHZ. Berdasarkan hasil simulasi dengan perangkat lunak CST studio 2018 menunjukkan VSWR = 1,41, return loss = -15,32 dan gain = -7,83 dB. Hasil uji VNA <em>(</em>vector network analyzer<em>)menunjukkan VSWR</em> = 1,47, return loss = -14,31 dan impedansi bernilai 47,38 Ω. Artinya, antena ini layak digunakan pada frekuensi 1.8 GHZ dan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Dalam meningkatkan sinyal di desa klapayan antena ini mampu meningkatkan sinyal 4G rata – rata sebesar -7 dBm, dan sinyal 3G rata – rata -11 dBm. Dalam pelaksanaan UNBK tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin, dengan nilai error sebesar 1.96% dalam ketepatan penyusunan jadwal dan realisasi pengerjaan soal, dibandingkan UNBK tahun kemarin dengan nilai error sebesar 11,18%.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/30 Identifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Teraan Gigitan Dengan Metode Blob Dan Klasifikasi Decision Tree 2019-09-16T18:07:00+07:00 Anatasya Bella abanatasya@gmail.com Rita Purnamasari ritapurnamasari@telkomuniversity.ac.id Yurika Ambar Lita3 yurika.lita@fkg.unpad.ac.id <p><strong>Kriminalitas adalah kekerasan dengan gigitan yang biasa terjadi pada dua sisi yaitu pada sisi pelaku kriminalitas maupun korban kriminalitas. Seprti kasus kekerasan, pemerkosaan, dan penganiayaan pada anak. Bidang yang ahli dalam menangani proses identifikasi <em>bite marks</em> adalah forensik kedokteran gigi (<em>odontology forensic</em>). <em>Bite marks </em>(teraan gigitan) yang ditemukan pada tubuh dapat berupa informasi salah satunya adalah jenis kelamin, karena setiap individu mempunyai karakteristik gigi geligi yang berbeda-beda. Proses identifikasi <em>bite mark </em>yang sudah dilakukan saat ini melalui proses yang panjang karena proses identifikasi masih menggunakan cara yang manual dan tidak efisien sehingga terdapat distorsi dalam prosesnya yang dapat membuang informasi penting yang seharusnya terlihat menjadi hilang, oleh karena itu perlu cara lain dalam proses identifikasi <em>bite marks</em>. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat sistem yang dapat mengidentifikasi jenis kelamin berdasarkan <em>bite marks, </em>namun terdapat kekurangan seperti sistem hanya mampu mengidentifikasi jarak gigi kaninus saja, masih menggunakan satuan piksel untuk jarak antar gigi dan masih menggunakan teknik <em>cropping </em>manual. Oleh karena itu digunakan pemugaran citra atau <em>image registration </em>dengan teknik <em>cropping </em>otomatis untuk memperbaiki citra dan mempermudah penyesuaian citra latih dengan menggunakan metode <em>Binary Large Object </em>(BLOB) dan klasifikasi <em>Decision Tree</em><em>. </em>Pada penelitian ini ditambahkan fitur pemugaran citra dan satuan jarak <em>mili meter </em>(mm) sehingga didapatkan performasi tingkat dengan akurasi 98% dengan waktu komputasi 91,14 detik dengan menggunakan 140 sampel citra latih dan 100 citra uji.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/31 Identifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Teraan Gigitan dengan Metode LBP dan Klasifikasi LVQ 2019-09-16T18:46:49+07:00 M.Fauzi Ishak fauziishak113@gmail.com Rita Purnamasari ritapurnamasari@telkomuniversity.ac.id Murnisari Dardjan murnisari@fkg.unpad.ac.id <p><strong>Kriminalitas atau tindak kriminal merupakan segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Tindak kriminal yang dilakukan pun bermacam-macam salah satunya kekerasan dengan gigitan. Salah satu cara untuk mengetahui pelaku dari tindak kejahatan tersebut adalah dengan identifikasi. Identifikasi merupakan cara untuk menentukan individu korban atau pelaku kriminalitas. Bidang yang ahli dalam menangani proses identifikasi bite mark adalah forensik kedokteran gigi (<em>odontology</em> <em>forensic</em>). Proses identifikasi bite mark saat ini masih melalui proses yang sangat panjang dan tidak efisien. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu bidang forensik kedokteran gigi dalam proses penyelesaian kasus kriminal. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat sebuah sistem untuk mengidentifikasi jenis kelamin berdasarkan pola teraan gigitan menggunakan metode <em>Content</em>-<em>based</em> <em>Image</em> <em>Retrieval</em> (CBIR) dan klasifikasi <em>Learning</em> <em>Vector</em> <em>Quantization</em> (LVQ), namun masih memiliki kekurangan seperti hanya menggunakan satu parameter gigi yaitu jarak kaninus, masih menggunakan satuan piksel dan masih menggunakan teknik <em>cropping</em> manual. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan image registration dengan teknik <em>cropping</em> otomatis agar selanjutnya dapat diproses dengan Metode <em>Local</em> <em>Binary</em> <em>Pattern</em> (LBP) dan Klasifikasi <em>Learning</em> <em>Vector</em> <em>Quantization</em> (LVQ). Penelitian ini dibuat bertujuan untuk memudahkan identifikasi jenis kelamin berdasarkan pola bite marks pada tindakan kriminalitas. Sistem tersebut mempunyai performasi dengan tingkat akurasi terbesar 96,2% dengan waktu komputasi 94,452 detik dengan menggunakan 140 sampel citra latih dan 100 citra uji. Dengan adanya sistem ini dapat menjadi pembanding dalam identifikasi jenis kelamin berdasarkan pola <em>bite</em> <em>mark</em> dengan menggunakan metode yang berbeda dan dapat bermanfaat untuk dunia odontologi forensik dalam melakukan identifikasi jenis kelamin menggunakan pola <em>bite</em> <em>marks</em>.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/32 Sistem Fall Detection Pada Orang Lanjut Usia Menggunakan Metode Klasifikasi Support Vector Machine (SVM) 2019-09-16T19:22:37+07:00 Nadya Putri Yuliani nadyayuliani@student.telkomuniversity.ac.id Raditiana Patmasari raditiana@telkomuniversity.ac.id Yuli Sun Hariyani yulisun@tass.telkomuniversity.ac.id <p><strong>Jatuh merupakan salah satu kejadian tidak disengaja yang dapat menyebabkan luka yang berbahaya. Risiko jatuh akan bertambah saat orang yang jatuh tidak bisa memanggil bantuan. Alat <em>fall detection</em> dapat membantu mengurangi waktu antara kejadian jatuh dengan kedatangan pertolongan medis sehingga dapat mencegah adanya risiko berat pada kejadian jatuh. Sistem <em>fall detection</em> pada penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode pengolahan citra yang terdiri dari 3 tahap yaitu akuisisi video, ekstraksi ciri dan deteksi kejadian jatuh. Akuisisi video dilakukan dengan menggunakan dataset <em>fall detection</em>. Proses ekstraksi ciri dilakukan dengan menggunakan <em>Gaussian Mixture Model</em> untuk segmentasi objek, <em>ellipse model</em> untuk menentukan orientasi, <em>Motion History Image</em> (MHI) untuk menghitung <em>motion coefficient</em> dan <em>Support Vector Machine</em> (SVM) sebagai metode klasifikasi kejadian jatuh. Analisis kinerja sistem dilakukan dalam beberapa faktor yaitu tipe SVM yang sesuai, posisi kamera yang digunakan dan tingkat akurasi yang lebih besar. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dapat diketahui bahwa tipe SVM yang paling sesuai adalah RBF Kernel dan posisi kamera pada <em>the fall detection dataset</em> (FDD) menghasilkan nilai terbaik dengan nilai akurasi kinerja sistem yang didapatkan adalah 95%.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/33 Perancangan Sistem Informasi Manajemen Taman Baca Masyarakat Berbasis QR-Code 2019-09-16T19:34:40+07:00 Fransiska Sisilia Mukti ms.frans@asia.ac.id Setyorini setyorini@asia.ac.id <p>Sebagai bagian dari lembaga pendidikan non formal, Taman Baca Masyarakat (TBM) hadir sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat. Beragam informasi yang diberikan oleh TBM, khususnya melalui literasi buku-buku yang disediakan, seringkali tidak diimbangi dengan adanya sistem manajemen yang baik. Sebagian besar TBM yang didirikan dengan fokus utama untuk menyediakan media informasi bagi masyarakat, namun tanpa memperhatikan keefisiensian dalam hal proses manajemen kinerjanya. Sebuah sistem informasi dibangun untuk menjawab kebutuhan TBM dalam mengelola buku-buku yang dimiliki. Sistem ini dibuat dengan memanfaatkan <em>Quick Respon Code</em> <em>(QR Code)</em> sebagai komponen utama dimana <em>QR-Code</em> yang berisi <em>primary key</em> sebagai sumber informasi buku dan <em>scanner QR-Code</em> sebagai alat pembaca data. Proses perancangan sistem informasi ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan studi kasus yang kemudian dikembangkan dalam bentuk penggambaran sistem melalui diagram konteks, <em>data flow diagram, </em>dan relasi hubungan setiap datanya. Hasil penelitian menunjukkan rancangan sistem informasi yang dibangun dapat menjawab kebutuhan pihak pengelola TBM dalam memanajemen sistem administrasinya.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/34 Rancang Kendali Berbasis Android Pada Penyinaran Kebun Buah Naga 2019-09-16T19:42:16+07:00 Charis Fathul Hadi chariselektro@gmail.com Dewi Sartika boyle.tika@gmail.com <p>Sektor Pertanian buah naga di kabupaten banyuwangi sangat berpotensi untuk terus di kembangkan. Tetapi pada konteks ini ada beberapa kendala terhadap siklus panen buah naga. Buah naga memliki masa panen 6 bulan dalam jangka 1 tahun sekali, sehingga masa pruduktivitasnya kurang maksimal. Didukung dengan perkembangan teknologi dengan teknik penyinaran yang tepat tenaman buah naga bisa panen diluar musim. Teknik penyinaran tanaman buah naga pada umumnya ada dua cara yaitu sistem 4-1 (satu lampu untuk menyinari 4 pohon) dan sistem 2-1 (satu lampu untuk dua pohon). Pada penggunaan teknik penyinaran tersebut dapat menjamin ketersedian buah naga di pasaran. Disisi lain kemampuan di luar musim panen dapat meningkatkan&nbsp; harga jual buah naga sehingga petani buah naga mendapatkan hasil panen yang melimpah. Pada dasarnya kebun buah naga memiliki lokasi jauh dari pemukiman rumah sehingga kurang afektif dalam mengoprasikan sistem penyinaran secara manual. Ditinjau dari permasalahan tersebut penelitian untuk merancang Sistem kendali berbasis android untuk memudahkan kerja petani buah naga secara efektif dalam mengoprasikan lampu penyinaran dari tempat tinggal ke kebun buah naga&nbsp; tanpa harus berinteraksi langsung dengan saklar listrik. Tahapan penelitian ini menggunkan 2 Tahap. Tahap 1 Surve kebutuhan, Tahap 2 Perencangan, Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi. Perancangan rangkaian sistem control ini dilengkapi dengan (1) Modul Wifi ESP difungsikan sebagai port yang dihubungkan ke microtroller, dalam penelitian modul wifi ESP sebagai transreceiver dari smartphone android, (2) Relay digunakan untuk memutus dan menghubungkan supply ke lampu.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/35 Pengendali Kecepatan Motor Dc Dengan Penyearah Terkendali Semi Konverter 2019-09-16T19:51:44+07:00 M. Fahrizal Untoro fahrizaluntoro@gmail.com Mochammad Alfyans .R malfyans1614@gmail.com Didit Lestyo diditlestyo3@gmail.com Belly Yan Dewantara bellyyandewantara@yahoo.com Iradiratu D. P. K iradiratu@hangtuah.ac.id <p>Simulasi merupakan langkah penting dalam perencanaan. Simulink pada Matlab dapat digunakan untuk membuat simulasi sistem dengan berbagai bidang. Makalah ini membahas pengendalian kecepatan motor DC dengan menggabungkan elektronika daya sebagai pencatu, sistem elektris pada motor DC, dan sistem mekanis pada beban motor DC. Kecepatan motor DC dapat diatur menggunakan berdasarkan besar tegangan jangkarnya, yang dalam hal ini dapat dilakukan dengan penyearah terkendali. Kecepatan motor dikontrol menggunakan metode Proporsional-Integral. Hasil kontrol adalah arus referensi (Iref).Arus referensi tersebut akan dibandingkan dengan arus jangkar untuk mengatur pencatuan thyristor. Pengaturan loop tertutup ini akan menghasilkan kecepatan yang dapat dipertahankan untuk beban dinamis.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/36 Perancangan Simulasi Alat Sensor Parkir Mobil Area Berbasis Mikrokontroler AT328 2019-09-16T21:12:17+07:00 Irwanto irwanto.ir@untirta.ac.id Sulaeman Deni Ramdani s.deni.ramdani@untirta.ac.id <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak - </strong><strong>Beberapa pengemudi mobil sering kali mengalami kesulitan untuk memarkir mobil di lokasi sempit, karena lahan parkir yang semakin berkurang dan sempit serta tidak sedikit mobil yang menabrak tembok atau menggores tembok ketika mundur. Penyebabnya adalah pengemudi tidak mengetahui kondisi di belakang kendaraan karena keterbatasan pandangan atau penglihatan yang secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem alat yang dapat mempermudah pengemudi memarkir mobil, yaitu dengan menggunakan sensor parkir ultrasonik. Metode yang dipakai dalam perancangan sensor parkir ini adalah m</strong><strong>ikrokontroler AT328 berfungsi sebagai pengendali utama pada pemrosesan data jarak parkir yang dihasilkan dari sensor ultrasonik. Buzzer dapat digunakan sebagai indikator suara pada sensor parkir mobil. Hasil yang didapat dari pembuatan alat ini adalah sebagai penanda atau pemberitahu jarak aman pada saat parkir di rumah atau ditempat-tempat parkir. </strong><strong>Dari analisis yang dilakukan, dihasilkan bahwa sensor ultrasonik efektif dalam pengukuran pada jarak 5 cm – 50 m. Disimpulkan bahwa, sensor ultrasonik cukup efektif untuk diimplementasikan pada sensor parkir.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/37 Rancang Bangun Matras Pintar Dengan Android Sebagai Remote Control 2019-09-16T21:17:43+07:00 Jaka Tryangga K try.kusuma15@gmail.com Diana RahmawatiT diana.rahmawati@trunojoyo.ac.id Riza Alfita riza.alfita@trunojoyo.ac.id <p>Banyak orang mengeluhkan segalanya sulit untuk dilakukan karena segalanya tidak dapat dilakukan secara otomatis, dengan kata lain segala sesuatunya masih bersifat manual. Terutama matras atau tempat tidur manusia. Manusia telah banyak menciptakan banyak inovasi terbaru dengan berbagai keperluan untuk kenyamanan saat kita menggunakan matras. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan matras dengan inovasi terbaru dan dapat juga meringankan pekerjaan salah satu keluarga yang sedang merawat orang tuanya (di usia senja). Dengan memanfaatkan ponsel&nbsp; sebagai <em>remote</em> atau pengendali, matras akan bergerak sesuai dengan perintah program yang tertanam di dalamnya. Alat ini menggunakan <em>voice recoginition</em> sebagai opsi jika pengendali lebih memilih otomatis. Ketika pengendali menekan tombol “pinggul naik”, maka <em>smartphone</em> akan memberikan perintah kepada <em>arduino</em> dengan perantara <em>bluetooth</em>. <em>Arduino</em> menerima perintah untuk menjalankan salah satu programnya dan <em>arduino</em> mengirimkan perintah kepada <em>driver</em> motor L298n untuk menggerakkan motor yang menggerakkan salah satu bagian matras untuk bergerak naik. Sama halnya dengan menekan tombol, metode <em>voice recognition</em> memiliki program yang serupa. Dengan menekan tombol <em>voice recognition</em> maka pengendali memberikan perintah “pinggul naik”, maka dengan segera motor akan bergerak sesuai perintah pengendali dengan menaikkan salah satu bagian matras. Dan untuk memberhentikan pergerakan motor melalui <em>voice recognition</em>, pengendali memberikan perintah kembali dengan menekan tombol <em>voice recognition</em> dengan mengucapkan “berhenti”. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diperoleh matras akan menerima perintah dan bergerak sesuai program jika <em>smartphone</em> berada pada posisi dekat dengan <em>bluetooth driver</em> atau HC-05 dengan jarak terjauh 10 meter dan tidak terhalangi oleh penghalang ataupun tembok.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/38 Perancangan dan Analisis Pengiriman Data Dengan Modul NRF24L01 2019-09-16T21:36:53+07:00 Ferdinandus Wangge fandydawa@gmail.com Nachrowie rowie_delta@yahoo.com Rahman Arifuddin rahman.arifuddin@unmer.ac.id <p><strong>Riset ini dilakukan untuk membandingkan pengiriman data dengan menggunakan dua cara yaitu beberapa sensor pada satu mikrokontroller dan setiap sensor dengan satu mikrokontroller. Sensor yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan sensor piezoelektrik yaitu dengan cara menekan pada permukaan sensor tersebut untuk mendapatkan data berupa tegangan yang dihasikan oleh sensor. Modul NRF24L01 digunakan sebagai media pengiriman data yang memiliki fungsi untuk komunikasi jarak jauh dengan memanfaatkan gelombang radio 2.4 GHz, serta menggunakan Arduino UNO sebagai Mikrokontrollernya. &nbsp;Data dari setiap sensor akan di proses pada Arduino UNO dan diteruskan ke modul NRF24L01 untuk di kirim ke modul NRF24L01 sebagai modul penerimanya. Hasil Pengujian yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa pengiriman data dengan menggunakan beberapa sensor pada satu Arduino UNO lebih baik dan efisien &nbsp;jika dibandingkan dengan pengiriman data dengan menggunakan &nbsp;satu sensor dan satu Arduino UNO. Data yang diterima dari sensor dapat ditampilkan secara langsung ketiganya pada serial monitor pada PC</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/39 Pemberian pakan babi otomatis berbasis Arduino Mega 2560 2019-09-16T21:42:17+07:00 Aloysius Gonzaga Lai Boro Luizcentralxlv1@gmail.com Aries Boedi Setiawan aries@unmer.ac.id <p>Penelitian ini di laksanakan di peternakan babi milik Bapak Santo, di Bandulan Barat, Kecamatan Sukun Kota Malang Provinsi Jawa Timur selama 4 minggu (1 bulan).penelitian ini menggunakan 4 ekor&nbsp; babi dimana 2 ekor diberi pakan secara otomatis dan 2 ekornya tetap menggunakan cara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memberi informasi kepada peternak mengenai efek dari memberi makan tepat waktu terhadap peningkatan bobot babi. Metode yang digunakan adalah percobaan (eksperimen) yang terdiri dari 2 percobaan yang pertama dilakukan pemberian pakan secara otomatis terhadap 2 ekor babi yang kedua memberi pakan secara manual terhadap 2 ekor babi sehingga dapat menemukan perbandingan dari percoaan tersebut . Melihat hal ini, maka penulis merancang suatu alat pengatur penjadwalan dan pemberian pakan secara otomatis berbasis Arduino Mega 2560. Dengan alat ini, penulis berharap dapat membantu peternak babi dalam meningkatkan bobot babi dan meringankan pekerjaan peternak. Dengan demikian dapat meningkatkan kesejahteraan peternak babi. Hasil dari percobaan menunjukan pertumbuhan babi dengan menggunakan sistem otomatis lebih baik dengan hasil 0,58 – 0,68 kg per harinya.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/40 Analisa Robot Pemadam Api Pada Pembacaan Sensor HC-SR04 Berbasis Arduino-Matlab 2019-09-16T21:49:24+07:00 Khoirul Umam khoirulumam2223@gmail.com Jamaaluddin Jamaaluddin jamaaluddin@umsida.ac.id <p><strong>Salah satu cabang dari KRI paling banyak peserta yang mengikutinya adalah Kontes Robot Pemadam Api Berkaki (KRPAI) strategi untuk keberhasilan dalam proses pencarian titik api dalam ruangan adalah pembacaan sensor ultrasound HC-SR04. Pembacaan dari sensor ultrasound dilakukan analisa untuk memperkecil kesalahan pembacaan sensor agar memaksimalkan pergerakan robot dalam pendeteksian jarak dengan dinding. Pernah dibuat rekayasa model antarmuka ultrasound HC-SR04 menggunaakan Arduino-Matlab namun arduino tidak terhubung secara langsung dengan Matlab sehingga data yang di tampilkan tidak realtime. Data hasil pembacaan sensor diolah dengan beberpa persamaan antara lain presentase kesalahan, ketetapan pengukuran, ketetapan relatif rata-rata, dan standart deviasi.&nbsp; Keakuratan pembacaan sensor ketika sensor membaca objek keras dan berktekstur padat berbeda dengan ketika membaca objek bertekstur lunak seperti spons dan semacamnya. Dengan dilakukan analisa pembacaan sensor ultrasound secara realtime diperoleh hasil maksimal dalam pembacaan jarak dinding dengan robot, agar pergerakan robot dapat berjalan secara optimal. Pengkombinasian Matlab dalam analisa perhitungan sehingga diperoleh error persen yang kecil dalam proses penganalisaannya selain itu mempermudah dalam perhitungan persamaan yang digunakan dalam proses penganalisaan.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/41 Pengoptimalan Penggunaan Sensor Uvitron Pada Robot Berkaki Dalam Mendeteksi Keberadan Titik Api Dengan Sebuah Lilin 2019-09-16T21:55:10+07:00 Hussein Bahreisy Suryadipraja husseinbs45@gmail.com Jamaaluddin Jamaaluddin Jamaaluddin@umsida.ac.id <p>Robot <em>Hexapod</em> (Berkaki) adalah robot yang bergerak menggunakan 6 buah kaki dengan 18 motor servo yang memiliki fungsi untuk pergerakan robot, robot <em>Hexapod</em> ini memiliki peran dalam memadamkan titik api pada ruangan, robot ini akan memadamkan sebuah titik api apabila terdapat Sensor Uvitron, sensor ini memiliki metode hanya untuk mencari keberadaan titik api pada ruangan, ketika titik api dinyalakan menggunakan media lilin. Robot <em>Hexapod</em>&nbsp; ini akan dinyalakan menggunakan sensor <em>Sound Activation</em> dan robot akan bergerak mencari keberadaan titik api di setiap ruangan sampai robot menemukan keberadaan titik api, ketika api telah ditemukan maka robot berkaki akan memadamkan api dengan menggunakan air yang telah disimpan oleh robot. Di dalam system keseluruhan robot, diatur oleh sebuah <em>Mikrokontroler Arduino ATMega2560</em> yang di program untuk memproses Sensor Uvitron, Motor Servo. Didalam penelitian ini adalah lebih mengoptimalkan Sensor Uvitron yang diharapkan sensor yang terpasang oleh robot dapat bekerja secara optimal dalam mencari dan memadamkan titik api pada ruangan.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/42 Optimasi Robot Berkaki Menggunakan Sensor Infrmerah SHARP GP2Y0A02YK0F Pada Benda 2019-09-16T22:00:16+07:00 Mochammad Anwar Burhanuddin anwarburhan.2504@gmail.com Jamaaluddin Jamaaluddin@umsida.ac.id <p>Salah satu lomba Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (RISETDIKTI) yang di laksanakan pada tahunnya yaitu cabang dari KRI&nbsp; memiliki banyak peseta untuk mengikuti lomba tersebut yaitu Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) bertujuan untuk berhasil dalam memadam api pada lintasan perlombaan &nbsp;ada halang rintang yang harus di hindari atau di lewati oleh robot. Sensor Jarak Inframerah <em>Sharp </em>GP2Y0A02YK0F merupakan salah satu sensor untuk mengtahui jarak dan benda di sekitarnya jika robot menabrak maka akan terjadi pengurangan nilai hingga di diskualifikasi saat perlombaan tersebut. Arduino Uno AtMega328 yang memiliki 32 pin dengan kecepatan 8-bit merupakan mikrokontrollernya atau pengendalinya. Sensor Jarak Inframerah <em>Sharp </em>GP2Y0A02YK0F ini di uji coba memalui empat benda yaitu pipa PVC, papan kayu,spons datar dan boneka. Dari empat percobaan tersebut agar robot tidak menabrak dinding, pipa dan boneka saat robot berjalan menuju mematikan api jadi dapat mengetahui mengopersaikan optimasi robot berkaki dengan sensor jarak inframerah <em>sharp</em> GP2Y0A02YK0F.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/43 Optimasi Perpindahan Motor Servo Robot Berkaki Dalam Posisi 0o Dengan Beban Dan Tanpa Beban 2019-09-17T06:56:24+07:00 Ade Kurniawan Adekurniawan19977@gmail.com jamaaluddin jamaaluddin@umsida.ac.id <p><strong>Di zaman serba modern ini, sangat banyak teknologi canggih&nbsp; muncul di kehidupan sehari-hari, teknologi-teknologi tersebut memiliki banyak fungsi di setiap jenis penerapannya seperti Robot Pemadam Api Indonesia Berkaki</strong><strong>, pergerakan dalam ruangan perlu dianalisa </strong><strong>percepatan Motor Servo.</strong><strong> Motor Servo adalah motor dengan sistem dimana posisi dari motor servo tersebut diinformasikan kembali menuju rangkaian yang ada di motor servo</strong><strong> Optimasi Perpindahan Motor Servo </strong><strong>Robot Berkaki D</strong><strong>alam Posisi</strong><strong> 0<sup>o</sup></strong><strong> Dengan Beban Dan Tanpa Beban</strong><strong> dengan perbandingan kedua servo yaitu Motor servo <em>Hitec HS-645 mg </em>mempunyai jangkauan putar sampai 1800 dan untuk mengoprasikan motor servo ini membutuhkan voltase Vdc antar 4,8 hingga 6V. Dynamixel Servo AX-12 merupakan sebuah motor pintar yang bekerja secara kontinyu. Dan meng­gunakan<em> actuato</em>r kebebasan serial 4 derajat dengan 7 servo AX-12 + Dynamixel. Servo AX-12 + Dynamixel&nbsp; memiliki torsi hingga 12 kgf.cm, mempunyai kemampuan komunikasi (<em>networking)</em> pada rangkaian kontrolnya melalui multidrop UART TTL <em>half duplex</em> dan antar muka</strong><strong>.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/44 Pengaturan pH Media Tanam Dan Suhu Tanaman Tomat Pada Sistem Hidroponik Drip Menggunakan Fuzzy Mamdani 2019-09-17T07:03:01+07:00 Budi Prasetya syauqi1605@gmail.com Aries Boedi Setiawan aries@unmer.ac.id Basitha Febrinda Hidayatulail basitha@unmer.ac.id <p>Tanaman Tomat merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Kebanyakan petani menanam tomat dengan cara konvensional disawah, ladang atau dikebun tanpa adanya kontrol dan pengukuran hanya mengandalkan pengalaman dan faktor kebiasaan saja, sehingga kebutuhan pH dan suhu ruang tanam&nbsp; dari tanaman tomat tidak dapat diberikan sesuai kebutuhannya,adapun kebutuhan pH dari tanaman tomat berkisar antara 4,5 sampai dengan 6,5 dan suhu ruang tanam 23°C sampai dengan 32°C, dengan metode tanam menggunakan&nbsp; hidroponik <em>drip</em> yang dikontrol dengan penerapan <em>fuzzy mamdani</em> memudahkan dalam melakukan pengaturan pH media tanam menggunakan sensor pH tanah sebagai <em>input</em> dan suhu ruang tanam menggunakan sensor suhu LM35, yang diproses oleh mikrokontroller berbasis arduino, untuk mendapatkan pH dan suhu ruang tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman tomat, sebagai <em>output </em>sistem maka digunakan fan dan <em>selenoid valve.</em> Dengan melakukan kontrol terhadap nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman tomat maka buah tomat yang dihasilkan akan memiliki rasa yang lebih manis dan jumlah buah yang lebih banyak dibandingkan dengan tanaman tomat yang ditanam tanpa alat ini.</p> <p>&nbsp;</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/45 Pengaruh Penambahan SCES terhadap Critical Clearing Time dengan Metode Critical Trajectory 2019-09-17T07:11:31+07:00 Talitha Puspita Sari talithapuspita@gmail.com Rakaditra Astungkara rakaditraast@gmail.com Ardyono Priyadi priyadi@ee.its.ac.id Vita Lystianingrum vitagrum@gmail.com <p class="Abstract" style="margin-bottom: .0001pt; text-indent: 36.0pt;"><span lang="EN-US">- Keandalan dan kontinuitas merupakan aspek penting pada suatu sistem kelistrikan. Ketersediaan suplai listrik dan sistem yang terinterkoneksi merupakan salah satu penunjang, namun hal ini menyebabkan kestabilan pada sistem menjadi semakin rumit sehingga kestabilan transien menjadi hal utama yang diperhitungkan. Gangguan pada sistem seperti arus hubung singkat tiga fasa dapat menyebabkan sistem menjadi tidak stabil dan generator kehilangan sinkron, oleh karena itu <em>Critical Clearing Time</em> (CCT) harus diperhitungkan untuk menjaga sistem tetap stabil. CCT merupakan waktu maksimum gangguan dapat ditoleransi. Sistem proteksi yang beroperasi setelah batas nilai CCT dapat menyebabkan gangguan lain pada sistem. CCT diperoleh menggunakan metode <em>critical trajectory</em>. Untuk memperbaiki nilai CCT pada sistem, maka perlu ditambahkan <em>Super Capacitor Energy Storage</em> (SCES). SCES dapat menyimpan dan mensuplai listrik dalam jumlah besar secara simultan sehingga dapat menjadi solusi untuk memperbaiki nilai CCT. Pada penelitian ini dapat diketahui jika penambahan SCES yang dimodelkan secara matematis dapat memperbaiki nilai CCT dari sistem.</span></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/46 Penerapan Ligth Dependent Resistor (LDR) sebagai Referensi Keluaran Solar Sell 2019-09-17T07:16:59+07:00 Ahmad Ridho’i ridhoi@untag-sby.ac.id Balok Hariadi balokhariadi@untag-sby.ac.id Kukuh Setyadjit kukuh@untag-sby.ac.id <p><strong>bersamaan makin bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan dampak untuk memenuhi kebutuhan semakin meningkat diantaranya untuk memenuhi kebutuhan energy listrik. Sedangkan untuk menghasilkan energy&nbsp; saat ini masih banyak menggunakan berbahan fosil untuk menghasilkan energy, beberapa pembangkit menggunakan batubara untuk menghasilkan listrik. Oleh karena itu penggunaan energy yang terbarukan sangat melimpah di Indonesia yang terdapat di daerah tropis. Diantaranya dari sinar matahari yang dapat digunakan sebagai sumber energy atau sumber energy alternative. Untuk mndukung proses konversi dari energy matahari menjadi energy listrik berlangsung baik diperlukan perawatan dan monitoring agar didapat sumber energy yang maksimal. Kurangnya maksimal konversi energy yang dihasilkan oleh solar sell salah satunya diakibatkan oleh pengotoran permukaan solar sell, bias oleh debu, daun-daun, debu yang menempel dan terkena air. Dengan&nbsp; terjadinya pengotoran&nbsp; permukaan&nbsp; solar&nbsp; sell&nbsp; oleh&nbsp; debu&nbsp; akan&nbsp; terganggu konversi energi yang dihasilkan solar sell. Dengan menggunakan programmable&nbsp; device&nbsp; keluarga&nbsp; AVR&nbsp; yang&nbsp; berfungsi&nbsp; sebagai pengolah&nbsp; untuk&nbsp; menghasilkan&nbsp; sistem&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; melakukan monitor&nbsp; tegangan&nbsp; dari&nbsp; konversi&nbsp; yang&nbsp; dihasilkan&nbsp; oleh solar sell. Dengan memperhatikan hasil monitor tegangan solar sell dapat untuk menentukan apakah solar sell menghasilkan tegangan secara maksimal atau tidak selanjutnya perlu dilakukan pembersihan pada permukaannya atau tidak. Selain memonitor tegangan&nbsp; yang&nbsp; dihasilkan&nbsp; solar&nbsp; sell&nbsp; untuk&nbsp; memastikan&nbsp; bahwa </strong></p> <p>permukaan&nbsp; solar&nbsp; sell&nbsp; perlu&nbsp; dibersihkan&nbsp; atau&nbsp; tidak&nbsp; dengan membandingkan dari sensor cahaya yang dihasilkan oleh LDR. Dengan membandingkan LDR dan waktu efektif matahari dapat dikonversi menghasilkan tegangan yang dapat untuk menentukan apakah solar sell telah melakukan konversi dengan baik atau tidak.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/47 Media Interaktif Pengenalan Alat Dan Bahaya Listrik Berbasis Video Game Edukatif Untuk Anak SD 2019-09-17T07:24:03+07:00 Aida Nilawati Khuzar aidanilawatikhuzar@gmail.com Eliyani eliyani_n@yahoo.com Rini Puji Astutik astutik_rpa@umg.ac.id <p>Kejadian luka bakar akibat sengatan listrik terhitung sekitar 2-3% dari semua luka bakar pada anak-anak yang memerlukan perawatan gawat darurat. Selain itu di Indonesia sekitar 12 anak-anak meninggal dunia akibat listrik setiap tahunnya.&nbsp; Menurut <em>National Fire Protection Association </em>sekitar 2.400 anak-anak menderita trauma berat dan luka bakar akibat tersengat listrik karena mereka memasukkan tangan ke lubang colokan sumber listrik. Kurangnya pengetahuan anak mengenai alat dan bahaya listrik, serta terbatasnya media penunjang yang digunakan untuk sekolah dalam menyampaikan pengetahuan ke anak-anak, maka akan diajukan penelitian berjudul “Media Interaktif Pengenalan Alat dan Bahaya Listrik Berbasis Video Game Edukatif untuk Anak SD”. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan analisis deskriptif yang dilakuakan dengan validasi ahli materi, media dan minat siswa. Hasil analisis video <em>motion graphics </em>interaktif pengenalan alat dan bahaya listrik dari penilaian ahli materi skor yang diperoleh termasuk kategori layak yang berada pada rentang rata-rata antara 3,5 sampai &nbsp;3,75, menurut ahli media berada pada rentang rata-rata diatas 3,75 termasuk dalam kategori sangat layak, sedangkan menurut minat siswa media pembelajaran video game edukatif ini termasuk dalam kategori sangat baik berada dalam rentang rata-rata diatas &nbsp;3,75 selain itu dari kuisoner penilaian tingkat kepahaman siswa diperoleh prosentase 52% siswa paham setelah diberikan media pembelajaran terhadap materi dan media interaktif pengenalan alat dan bahaya listrik berbasis video game edukatif.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/48 Rancang Bangun Sistem Irigasi Otomatis Pada Tanaman Bawang Merah Berbasis Short Message Service (SMS) 2019-09-17T07:30:26+07:00 Tri Lindah Utari trilindahu@gmail.com Achmad Ubaidillah Ms ubaidillah.ms@trunojoyo.ac.id Riza Alfita riza.alfita@trunojoyo.ac.id <p><strong><em>Pada tanaman bawang merah, air sangat penting untuk pertumbuhannya. Kebutuhan air di masing-masing lahan berbeda-beda tergantung kondisi lahan, apakah kering, semi kering, lembab atau basah. Kondisi ini mempengaruhi air yang dibutuhkan untuk pengairan lahan tersebut. Maka dari itu sistem irigasi sangat diperlukan untuk budidaya tanaman bawang merah. Untuk itu tujuan peneliti adalah merancang&nbsp; sistem Irigasi Otomatis pada tanaman Bawang Merah Berbasis Short Message Service (SMS). Dari data keberhasilan monitoring sistem irigasi mencapai 100% dan terdapat perbedaan nilai menit disetiap pengiriman dikarenakan jaringan dari kartu GSM tersebut terjadi error dan menyebabkan pengiriman data dari modul GSM 800L ke SmartPhone Menjadi terhambat. Sistem Irigasi Otomatis pada tanaman bawang merah dilakukan untuk mengetahui bagaimana alat dapat Memonitor Kelembaban Tanah dan Volume Tandon Air berbasis Short Mesege Service sesuai input dan delay selama 1 jam sekali.&nbsp; Hasil dari penelitian ini dapat dirancang sistem Irigasi Otomatis pada tanaman Bawang Merah Berbasis Short Message Service (SMS)</em></strong><strong>.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/49 Smart Attandance System Menggunakan Smart Card Berbasis Internet Of Things (IoT) 2019-09-17T07:37:05+07:00 Endi Permata endipermata@untirta.ac.id Desmira endipermata@untirta.ac.id Michael Markus michael.markus13@gmail.com <p><strong>Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui proses pembuatan sistem absensi otomatis yang menggunakan <em>smart card</em></strong><strong>.</strong><strong> 2) Penggunaan secara langsung hasil inovasi di dalam kegiatan belajar mengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, khususnya Jurusan Pendidikan Vokasional Teknik Elektro.</strong></p> <p><strong>Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development (R&amp;D)</em> dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (<em>Analyze, Design, develop, Implement, Evaluate) </em>yang dikemukakan oleh Pribadi dan direduksi sesuai kebutuhan peneliti . Langkah – langkah pada penelitian ini ada 5 (lima) tahapan, yaitu </strong><strong><em>Analyze</em></strong><strong><em> (</em></strong><strong>menganalisi<em>), </em></strong><strong><em>Design</em></strong><strong><em> (</em></strong><strong>desain/perancangan<em>),</em></strong><strong><em> Develo</em></strong><strong><em>pment (</em></strong><strong>pengembangkan<em>),</em></strong><strong><em> Implement</em></strong><strong><em> (</em></strong><strong>melaksanakan/eksekusi<em>), </em>dan</strong><strong><em> Evaluate</em></strong><strong><em> (</em></strong><strong>mengevaluasi/umpan balik<em>).</em></strong></p> <p>Dalam penelitian ini dikembangkan <em>prototype </em>sistem absensi otomatis berbasis IoT yang dimana memudahkan proses absensi pada kegiatan belajar mengajar di Pendidikan Teknik Elektro. Penelitian ini dikembangkan berdasarkan observasi lapangan yang dimana marak terjadi manipulasi tanda tangan kehadiran/absensi. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu mengurangi manipulasi tersebut sehingga data absensi mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro semakin obyektif dan laporan absensi dapat diakses melalui web dengan bantuan IoT untuk transfer data dari RFID menuju Halaman Web. Selain itu peneliti mengharapkan dari prototype ini dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang mikrokontroller.</p> <p>Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan data kelayakan <em>prototype</em> sistem presensi otomatis dengan perolehan rata-rata skor 91,3 menurut ahli alat, 87,3 menurut pengguna dosen, dan 87,7 menurut pengguna mahasiswa. Dari ketiga hasil uji kelayakan semua skor masuk kategori “Sangat Layak".</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/50 Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kualitas Madu Asli Dan Campuran Dengan Menggunakan Metode Fuzzy 2019-09-17T08:33:28+07:00 Hujjatur Rofiq rofiq.ryuzaki@gmail.com Miftachul Ulum miftachul.ulum@trunojoyo.ac.id Riza Alfita riza.alfita@trunojoyo.ac.id <p>Madu merupakan cairan kental menyerupaisirup yang memiliki rasa manis. Rasa manis dalam maduterbentuk secara alami oleh lebah dan serangga yang berasaldari nektar/sari bunga. Di lapangan banyak terjadi kasus pemalsuan madu yang mengakibatkan hilangnya sifat manis alami dari madu tersebut. Sejak lama madu campuran telah banyak di produksi orang. Dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir, buah, serta zat warna. Madu campuran mempunyai warna yang sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam akan sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu campuran. Untuk mengetahui madu asli atau madu campuran masyarakat melakukan pengujian secara manual yang dirasa kurang efisien. Sehingga penulis membuat sebuah Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kualitas Madu Asli dan Campuran yang dilengkapi 2 sensor yaitu, sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi warna madu dan sensor gas TGS 2602 untuk mendeteksi bau atau aroma pada madu. Hasil pembacaan 2 sensor akan diproses <em>fuzzy</em> untuk menentukan kualitas madu. Semua sensor akan terintegrasi terhadap mikrokontroler sebagai pengontrol sistem agar sesuai yang diharapkan. Hasil <em>output</em> akan ditampilkan ke LCD untuk memberikan informasi ke pengguna. Diharapkan dengan adanya alat ini dapat membantu masyarakat dalam memilih antara madu asli dan madu campuran.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/52 Arsitektur Fog Computing Smart Home Berbasis Internet of Things (IoT) 2019-09-17T08:40:17+07:00 Kamil Faqih kamil.faqih2013@yahoo.com Mu’ammar Faris Labib ammar.mobile9@gmail.com A.N. Afandi an.afandi@um.ac.id <p>Teknologi Internet of Things (IoT) dapat membantu kinerja manusia dalam &nbsp;mencari informasi ataupun menyebarkan informasi disekitarnya. Salah satunya adalah melakukan monitoring ataupun analisis pada objek – objek yang dipantau melalui perangkat yang dirancang agar terhubung dengan internet. Untuk memperluas kapabilitas pada Internet of Things (IoT), dibutuhkan infrastruktur komputasi berupa fog computing yang dapat melayani pengguna dalam mengelola data secara lokal dan langsung. Berkembangnya Internet of Things (IoT) dengan infrastruktur komputasi fog computing, memberikan inovasi baru yang disebut smart home. Inovasi dalam smart home memiliki fungsi untuk mengontrol penggunaan beban elektronik maupun otomasi keamanan melalui kendali jarak jauh.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/53 Perancangan Early Warning System pada Bencana Alam Berbasis IoT dengan Standalone Global Positioning System 2019-09-17T08:49:35+07:00 Delliar Khafid Nur Fahmi delliarfahmi@gmail.com Zulfatman zulfatman@umm.ac.id Widianto widianto@umm.ac.id <p><strong>Penelitian ini membahas tentang perancangan sistem peringatan dini pada bencana alam berupa kebakaran hutan dan tanah longsor. Sistem peringatan dini ini dirancang menggunakan modul ESP8266 yang terhubung dengan sensor api, suhu dan asap sebagai pendeteksi kebakaran dan sensor kelebaban tanah, berat sebagai pendeteksi tanah lonsgor serta disemaatkan GPS sebagai penentu titik lokasi bencana dan jalur evakuasi yang akan digunakan. Sistem ini dapat dipantau secara real time pada aplikasi android. Dengan 3 level peringatan yaitu “AMAN”, “WASPADA”</strong> <strong>dan “BAHAYA”. </strong><strong>Hasil pengujian menunjukkan jika alat pendeteksi dapat mengirimkan informasi bancana ke aplikasi android secara real time dengan waktu pengiriman informasi kurang dari 5 menit dengan jarak yang jauh. Serta lokasi terjadinya bencana dapat ditunjukan pada peta google maps secara akurat. Dengan demikian, diharapkan Early Warning System ini dapat membantu masyarakat serta pihak terkait untuk meminimalisir kerugian akibat bencana yang terjadi dengan informasi </strong><strong>yang didapat dari alat peringatan dini pendeteksi bencana ini</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/55 Desain Battery Management System Dari Sumber Panel Surya Menggunakan Metode 4-Stage Charging 2019-09-17T09:39:03+07:00 Muhamad Adam Alkhaidir adam.alkhaidir@gmail.com Khusnul Hidayat khusnul@umm.ac.id Nur Alif Mardiyah nuralif@umm.ac.id <p><strong>PLTS off grid merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang&nbsp; yang berdiri sendiri atau tidak terhubung ke jaringan listrik PLN dimana energi listrik yang dihasilkan disimpan ke baterai. Dengan manajemen pengisian baterai yang kurang baik menyebabkan daya dari sumber kurang tersimpan secara maksimal serta, waktu pengisian lebih lama dan mempercepat kerusakan baterai. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem pengisian baterai jenis lithium-ion dengan spesifikasi tegangan nominal 120V 150Ah dengan menggunakan sumber listrik yang dihasilkan panel surya. Terdapat dua bagian utama dalam system yang akan didesain, yaitu MPPT dengan converter buck untuk memaksimalkan daya dari panel surya dengan daya 20kW. Keluaran dari MPPT akan diolah lagi untuk proses pengisian baterai. Metode untuk pengisian baterai yang digunakan adalah 4-stage charging, yaitu terdapat 4 tahapan dalam proses pengisian yaitu PWM, constant current, constant voltage dan float charge menggunakan converter buck untuk menurunkan tegangan . Metode pengisian 4-stage charging bertujuan untuk mempercepat proses pengisian baterai dan mengurangi resiko overcharge. Performa desain sistem pengisian baterai dengan metode 4-stage charging dibandingankan dengan metode konvensional menggunakan bantuan simulasi SIMULINK MATLAB yang dijalankan selama 3000 detik menunjukkan bahwa metode 4-stage charging lebih cepat dari segi waktu pengisian dengan kapasitas baterai&nbsp; 97,58% sedangakan metode konvensional hanya mencapai kapasitas 93.94%.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/56 Rancang Bangun Aplikasi Penerjemah Bahasa Jepang – Indonesia Menggunakan OCR Berbasis Android 2019-09-17T09:59:02+07:00 Aulia Rizqi Auliarizqi1010@gmail.com Izzan Silmi Aziz Auliarizqi1010@gmail.com Nur Kasan Auliarizqi1010@gmail.com Widianto Auliarizqi1010@gmail.com <p>Huruf kanji Bahasa jepang yang ada pada sebuah buku atau gambar sangat sulit dibaca, terutama bagi orang yang baru belajar bahasa jepang. Bagi orang yang baru belajar bahasa jepang untuk mengetahui cara membaca dan arti dari sebuah huruf kanji membutuhkan 2 jenis kamus yang berbeda, yaitu kamus untuk cara membaca dan kamus untuk artinya. Untuk mempermudah mengetahui cara membaca huruf kanji beserta artinya, peneliti membuat sebuah aplikasi android yang dapat mendeteksi huruf kanji bahasa jepang menggunakan kamera <em>smartphone</em> dan menampilkan arti dan cara membacanya pada layar <em>smartphone</em>. Dalam membuat aplikasi android ini menggunakan pemprograman java dan xml pada android studio. Kemudian pada android studio menambahkan <em>library</em> baru <em>tesseract OCR engine</em> dan<em> yandex translate API.</em> <em>Tesseract OCR engine </em>berfungsi sebagai pendeteksi huruf kanji menggunakan kamera <em>smartphone</em> dan <em>yandex translate API </em>berfungsi sebagai penerjemah bahasa Jepang ke bahasa Indonesia. Untuk memperoleh cara membaca huruf kanji jepang, peneliti membuat database baru menggunakan <em>SQlite</em> yang digunakan untuk mengubah dari huruf kanji ke dalam alfabet. Pengujian aplikasi menggunakan metode pengujian <em>black box</em> dan mendapatkan tingkat akurasi terhadap <em>tesseract OCR engine</em> sebesar 87.5%.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/57 Perencanaan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 Kv Di Desa Biqueli Kecamatan Atauro 2019-09-17T10:03:49+07:00 Azario Soares azaryelektro25@gmail.com Titiek Suheta hita@itats.ac.id <p>Deasa Biqueli terletak di pulau Atauro ( pulau kambing ) yang luas 32&nbsp; km dengan 420 kepala&nbsp; keluarga.mayoritas peneduduk desa tersebut berpotensi sebagai nelayan. Pada tahun 1980 desa Biqueli sudah menggunakan Pembangkit Listrik&nbsp; Tenaga Surya (PLTS) yang berkapasitas 12 volt&nbsp; untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah tersebut, Namun seiring berjalannya waktu pertumbuhan penduduk Desa Biueli semakin berkembang, sehingga kapasitas Pembangkit Listrik&nbsp; Tenaga Surya (PLTS) yang ada belum mencukupi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendistribusikan elektrifikasi kepada desa Biqueli tersebut. Sebagai evaluasi perlu dibuat perencanaan Jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV yang di fasilitas oleh PT.PLN (persero), berdasarkan pengukuran di lapangan&nbsp; sudah sesuai dengan PUIL 2000 dan SPLN 1987-2010, Hasil akhir mengunakan perencanaan jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV di Desa Biqueli telah memenuhi persyaratan PUIL 2000 dan SPLN tahun 1987-2010 yang mempunyai&nbsp; kontruksi&nbsp; tiang 11 meter 200 daN,penampang 70 mm2 dari jenis konduktoe AAAC dengan panjang jaringan 14 km,kemampuan hantar arus (KHA) 435 Amper dan drop tegangan sebesar 21,08 Volt..</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/58 Rancang Bangun Alat Deteksi Kesegaran Daging Berdasarkan Ciri Warna dan Bau Menggunakan Metode Fuzzy Sugeno 2019-09-17T11:04:21+07:00 Ahmad Azem Ahmadazemi48@gmail.com Miftachul Ulum miftachul.ulum@trunojoyo.ac.id Kunto Aji Wibisono Kunto.ajw@trunojoyo.ac.id <p>Kesegaran daging adalah faktor utama dalam memilih kelayakan sebuah daging untuk dikonsumsi, di indonesia harga daging sapi setiap tahun mengalami kenaikan harga, ini terjadi karena mahalnya biaya transportasi dari peternak sapi hingga ke tangan konsumen dan langkanya stok daging yang ada di pasar. Dengan mahalnya daging sapi tersebut ada beberapa oknum yang berusaha mencampur daging sapi yang baru dipotong dengan yang sudah dipotong beberapa waktu. Kondisi ini sangat merugikan kalangan konsumen yang membeli daging sapi segar. Umumnya dalam menentukan kualitas daging dilakukan secara manual dengan kasat mata dan menekan daging untuk mengetahui tekstur dari daging tersebut. Cara ini memiliki banyak kelemahan bila para konsumen tidak jeli untuk membedakan kualitas kesegaran daging tersebut.</p> <p>Pada tugas akhir ini dirancang sebuah alat yang dapat mengidentifikasi kesegaran daging tanpa merusak tekstur dari daging. Sistem ini diimplementasikan dengan menggunakan raspberry IP 3 dengan menggunakan sensor gas MQ-135 dan kamera Webcam sebagai alat pendeteksi kesegaran, dengan metode fuzzy sugeno untuk melakukan pengenalan pola dan pengambilan keputusan pada tingkat kesegaran daging yang diuji. Input yang digunakan berupa nilai sensor dan nilai dari citra HSV. Terdapat tiga kondisi kesegaran daging yang diuji yaitu daging sangat baik, cukup baik dan kurang baik, 20 percobaan didapatkan tingkat keberhasilan hasil 60% sedangkan untuk tingkat <em>error</em> adalah 40%.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/59 Karakteristik I-V dan P-V Photovoltaic Array Berbasis Model Matematik Matlab/Simulink 2019-09-17T11:10:51+07:00 Yanu Shalahuddin yanu@uniska-kediri.ac.id 2Fajar Yumono fajaryumono@uniska-kediri.ac.id Mochtar Yahya mochtaryahya@uniska-kediri.ac.id <p>Kinerja dan kurva-kurva operasi dari PV <em>array</em> sangat dipengaruhi oleh konfigurasi <em>array</em>, suhu modul, dan iradiasi sinar matahari. Oleh sebab itu PV <em>array </em>memerlukan banyak pertimbangan desain karena berbagai kondisi cuaca yang mengubah tingkat iradiasi matahari serta suhu operasi modul PV. Penelitian ini membahas tentang langkah demi langkah simulasi dari PV <em>array</em> berbasis model matematik menggunakan Matlab/Simulink. Rangkaian ekuivalen <em>single diode model</em> (SDM) digunakan untuk menyelidiki karakteristik I-V dan P-V. Karakteristik kurva-kurva hasil pemodelan menunjukkan bahwa keluaran arus dan daya menurun saat iradiasi sinar matahari berkurang dari 1100 sampai 800 W/m<sup>2</sup>. Sedangkan saat suhu naik dari 25 <sup>0</sup>C sampai 60<sup>0</sup>C, keluaran tegangan dan daya menurun sedikit sedangkan arus hampir tetap kontan.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/60 Optimasi Biaya Pembangkitan Pada Sistem Standar IEEE 30 Bus Menggunakan Adaptive Particle Swarm Optimization 2019-09-17T11:18:25+07:00 Ali Mukti alimuktimsl@gmail.com Ermanu Azizul ermanu.ahakim@gmail.com Novendra Setyawan novendra@umm.ac.id <p><strong>Dalam sistem pengembangan tenaga listrik, pemakaian bahan bakar adalah hal yang perlu diperhatikan, karena sekitar 60% dari total operasi adalah bahan bakar.</strong><strong> Untuk dapat mengatur operasi p</strong><strong>embangkit</strong><strong>, sistem penjadwalan yang tepat dan akurat</strong><strong> sangat diperlukan</strong><strong>, yaitu dengan mengatur setiap unit pembangkit untuk beroperasi secara optimal dan ekonomis serta </strong><strong>rugi-rugi dari transmisi dapat direduksi </strong><strong>yang tentunya</strong> <strong>muncul dalam sistem pembangkit listrik.</strong><strong> Analisis untuk menyelesaikan biaya pembangkitan biasa disebut Economic Dispatch (ED). Hal ini bertujuan untuk menekan biaya operasional pembangkitan dan juga mengurangi rugi-rugi daya. Penelitian ini menggunakan tiga metode, yaitu metode konvensional <em>Newton Rapshon (N-R)</em>, metode Particle Swarm Optimization (<em>PSO</em>), dan metode <em>Adaptive Particle Swarm Optimization (APSO</em>). Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode <em>APSO</em> dapat mereduksi daya sebesar 9.86 % dari metode konvensional <em>N-R</em> dan &nbsp;2.65 % dari metode <em>PSO</em>, sedangkan hasil biaya pembangkitan didapatkan sebesar 8.04 % dari metode konvensional <em>N-R</em> dan &nbsp;0.01 % pada metode <em>PSO</em>. Dari hasil perhitungan, APSO lebih unngul untuk optimalisasi daya daripada metode konvensional <em>N-R</em> dan metode PSO. Sedangkan untuk opimasi biaya pembangkitan terbaik didapatkan dengan metode <em>PSO</em> dan APSO.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/61 Load Frequency Control pada Single Area Power System Menggunakan Kontrol Integral dan Proportional Integral 2019-09-17T11:26:31+07:00 Bagas Budi Wicaksono bagasbudi997@gmail.com Trisna Wati trisnaw@itats.ac.id <p><strong>Load Frequency Control (LFC) memiliki peranan penting dalam sistem pembangkit listrik. Untuk menyuplai energi listrik dengan kualitas yang baik, maka LFC diperlukan sebagai penstabil frekuensi pada sistem pembangkit listrik. Hal ini dikarenakan energi lsitrik harus memiliki nilai frekuensi yang stabil (49-51Hz di Indonesia). Apabila frekuensi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tidak stabil, maka akan berpotensi merusak peralatan listrik rumah tangga yang menggunakan energi listrik dari pembangkit listrik tersebut. Frekuensi energy listrik dipengaruhi oleh kecepatan putar generator, apabila saat beban tinggi maka generator akan memiliki kecepatan putar yang lebih pelan. Begitu pula sebaliknya, apabila beban rendah, maka kecepatan putar generator akan bertambah, sehingga akan terjadi lonjakan frekuensi yang dapat merusak peralatan listrik. <em>Load Frequency Control</em> (LFC) merupakan solusi untuk permasalahan ini. Dalam jurnal ini <em>Load Frequency Control</em> (LFC) akan menggunakan kontrol Integral dan Proportional Integral (PI) yang akan disimulasikan dengan MATLAB-SIMULINK, yang&nbsp; nantinya hasil dari kedua kontrol tersebut akan dibandingkan satu sama lain.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/62 Pemanfaatan Solar Cell sebagai Sumber Daya Pengendali Ekosistem Tambak Udang 2019-09-17T11:36:17+07:00 Titin Hamidah titinhamidah59@gmail.com Yuli Dwi Setyawan titinhamidah59@gmail.com Niken Adriaty Basyarach nikenbasyarach@untag-sby.ac.id Gatut Budiono nikenbasyarach@untag-sby.ac.id <p>Penelitian ini menggunakan empat bagian utama, bagian pertama yaitu solar cell 200 WP untuk sumber utama dari energi matahari menjadi tegangan awal DC, bagian kedua yaitu control charger sebagai switcher pada baterai atau penyimpanan daya dan ke beban yang dihasilkan dari solar cell tersebut, bagaian ketiga yaitu inverter salah satu pengubah bagian tegangan DC dari baterai ke AC, serta bagian keempat yaitu beban ( pompa air dan pemberi pakan otomatis ). PLC ( Programmable Logic Controller ) sebagai pengontrol dengan bantuan solenoid yang akan menggerakan pintu pada pompa air dan pakan secara otomatis. Inputan yang digunakan adalah sensor suhu (PT 100) yang berfungsi sebagai indikator suhu pada tambak yaitu 24º-35º C dan sekaligus membuka pintu pompa ketika suhu air diatas 35º C dan akan menggerakan pakan otomatis ketika suhu dibawah 24º C, sensor kejernihan air (Turbidity Sensor) sebagai indikator kekeruhan air yang disebabkan akibat dispersi sinar matahari dimana sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup udang didalam air, adapun batas normal kekeruhan air pada tambak udang yaitu 800 NTU. Sensor ini akan menggerakan pakan otomatis ketika kekeruhan air diatas 800 NTU. Selain dari inputan tersebut, PLC juga akan mengontrol pakan otomatis, dimana pakan otomatis akan bekerja setiap 3 hari sekali dengan sekali pemberian makan udang</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/63 Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin Sumbu Vertikal Tipe Savonis Untuk Penerangan Perahu Nelayan 2019-09-17T11:42:40+07:00 Moh Farouq mohamadfarouq9@gmail.com Efrita Arfah Zuliari frita.zuliari@gmail.com Trisna Wati trisnaw@itats.ac.id <p><strong><em>Masyarakat di desa lumpur kabupaten gresik sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Aktifitas sebagai nelayan dibantu dengan perahu berukuran panjang 10 meter dan lebar 2 meter untuk mencari ikan. Perahu ini membutuhkan penerangan lampu petromax sebagai penerangan pada saat malam hari. Penggunaan lampu pertromax ini membutuhkan bahan bakar sebagai sumber energi, sehingga perlu mencari inovasi baru untuk mencari sumber energy alternative. Pembangkit listrik tenaga angin merupakan salah satu sumber energy alternative tenaga listik untuk penerangan perahu nelayan. Pembangkit listrik tenaga angin menggunakan turbin angin sumbu vertikal tipe savonis mempunyai keuntungan apabila di aplikasikan pada perahu nelayan di bandingkan turbin angin tipe hotizontal. Keuntungan turbin angin sumbu vertikal tipe savonis adalah mudah dibuat, mudah perawatan, dan tidak perlu tiang tinggi. Konstruksi turbin angin sumbu vertikal tipe savonis yang dibuat pada penelitian ini adalah turbin dengan tiga sudu dengan lebar per sudu adalah 25 cm, tinggi turbin 50 cm. Generator yang dirancang memiliki tipe aksial dengan diameter rotor dan staror adalah 30 cm. Magnet pada rotor sebanyak 12 buah magnet, kumparan pada stator terdiri dari 12 gulungan kawat email yang berukuran 0.8 mm. Pada percobaan yang dilakukan,tegangan keluaran yang dihasilkan oleh pembangkitan ini adalah 0,8 volt untuk kecepatan angin 2.0 m/s , 1.9 volt untuk kecepatan angin 2.5 m/s, dan 2.5 volt untuk kecepatan angin 3.0 m/s, 3 volt untuk kecepatan angin 3,5 m/s, 4 volt untuk kecepatan angin 5,2 volt. Pada penelitian ini, alat yang dibuat mampu bekerja dalam kecepatan angin rendah yaitu 2,0 m/s</em></strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/64 Rancang Bangun Alat Scoring Keahlian Dalam Tendangan Pinalti Berbasis Image Processing 2019-09-17T11:48:54+07:00 Aulia Rahman armansobon@gmail.com Diana Putri Permata Siwi dianaputripermatasiwi@gmail.com Wahyu S Pambudi wahyusp@itats.ac.id <p>Sepakbola adalah salah satu olahraga yang populer di dunia termasuk Indonesia. Dalam cabang olahraga sepakbola terdapat beberapa peraturan salah satunya tendangan pinalti, tendangan pinalti biasa digunakan untuk menentukan pemenang ketika pertandingan berakhir seri atau terjadi pelanggaran di area pinalti. Pengolahan citra digunakan untuk memproses sebuah citra dengan cara&nbsp; manipulasi suatu data citra yang diinginkan untuk mendapatkan informasi tertentu dari citra yang diperoleh. Pengolahan citra digunakan untuk menilai tendangan pinalti berdasarkan ketepatan bola memasuki gawang yang diperoleh kamera. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan pengolahan citra dengan metode HSV untuk scoring tendangan pinalti. Deteksi warna bola menggunakan metode segmentasi warna HSV, metode HSV(Hue, Saturation, Value) adalah salah satu model klasifikasi untuk mengenali warna citra berdasarkan nilai panjang gelombang warna dominan yang diterima indra(hue), banyaknya warna putih yang bercampur(saturation) dan banyak cahaya yang diterima indra(value). Perancangan alat scoring tendangan pinalti menggunakan sensor ultrasonik sebagai trigger pada kamera untuk proses pengambilan citra bola. Dari perancangan sistem yang telah dijelaskan diatas didapatkan hasil bahwa penggunaan model warna HSV pada keseluruhan pengujian sistem dapat berjalan dengan tingkat keberhasilan 50%. Dan tingkat keberhasilan pada uji lapangan paling tinggi yaitu 80% dengan intensitas cahaya antara 95 – 105 lux.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/65 Perancangan Prototype Penghitung Space Parkir 3 Lantai 2019-09-17T13:51:25+07:00 Diana putri permata siwi dianaputripermatasiwi@gmail.com Wahyu Setyo Pambudi wahyusp@itats.ac.id <p>&nbsp;Pada era globlisasi banyak berbagai macam teknologi canggih yang membantu mempermudah manusia dalam menyelesaikan msalah. Terutama masalah dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya volume mobil dalam parkiran, terutama untuk tempat parkir di perkantoran, pusat perbelanjaan ataupun di tempat umum lainnya, biasnaya dalam mencari tempat parkir sedikit kesulitan. Sehingga memakan waktu dalam pencarian. Untuk mengetahui slot parkir pun kebanyak masih menggunakan secara manual dengan menghitung banyaknya jumlah mobil yang masuk. Maka dari itu penulis membuat prototype penghitung space parkir untuk 3 lantai. Guna mempermudah untuk mengetahui slot parkir yang tersedia. Dari hasil penelitian tersebut didapat daengan hasil sesuai dengan harapan meskipun ada yang belum memenuhi keinginan. Kendala yang didapat saat mencoba prototype ini yaitu intensitas cahaya, jika semakin gelap maka hasil dari percobaan semakin tidak beraturan. Dan sebaliknya jika terlalu terang maka utnuk hough circlenya tidak terdeteksi. Dari hasil percobaan diapat prosentase keberhasialna dari pengambilan 5 data yaitu 60%.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/66 Aplikasi Pembelian Produk Menggunakan Qr Code Berbasis Android 2019-09-17T13:57:26+07:00 Ahmad Mudhoffar Rabbani ahmadmrabbani@gmail.com Iwan Iwut Tritoasmoro iwaniwuttritoasmoro@telkomuniversity.ac.id Ratna Mayasari 3ratnamayasari@telkomuniversity.ac.id <p><strong>Di indonesia, e-commerce sudah mulai tren digunakan semenjak tahun 2014. Pionir dalam teknologi e-commerce di indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, dll mempermudah masyarakat dalam membeli kebutuhan apapun. Namun saat ini e-commerce belum stabil di mata masyarakat karena memerlukan prosedur yang panjang bagi user untuk melakukan transaksi. Dari sisi penjual juga mengharapkan e-commerce memiliki pemasaran yang baik untuk produknya. Oleh sebab itu teknologi QR Code berbasis Android dapat dimanfaatkan melalui aplikasi SnapPay sebagai metode pemesanan online yang mempercepat user dalam membeli produk dan pemasaran yang tepat dengan menggabungkan antara pemasaran konvensional dan e-commerce.</strong> <strong>Aplikasi SnapPay dirancang menggunakan Android Studio berbasis QR Code. Pada aplikasi SnapPay, QR Code unik pada produk tersebut menyimpan informasi berupa nama, harga, dan detail produk. User dapat menggunakan QR Code melalui fungsi scan pada aplikasi sebagai akses untuk membeli produk. User dapat melakukan transaksi dengan saldo pada aplikasi, dapat melakukan top-up, dan melihat riwayat pemesanan. Aplikasi SnapPay dapat berjalan dengan lancar pada platform Android. Aplikasi memiliki delay waktu untuk mengakses produk sebesar 1,6 detik dan secara pengukuran subjektif terhadap parameter performance, antarmuka, dan kesediaan konsumen dalam menggunakan aplikasi sudah siap untuk digunakan sebagai fitur tambahan pada QR Code, aplikasi sudah sangat mudah untuk digunakan user dan aplikasi sudah menarik dan user-friendly.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/67 Sistem Monitoring Kondisi Kendaraan Motor Injeksi Berbasis Mikrokontroler 2019-09-17T14:17:08+07:00 Nurus Sholeh Nurus.Sholeh77@gmail.com Koko Joni kokojoni@trunojoyo.ac.id Miftachul Ulum miftachul.ulum@trunojoyo.ac.id <p>Penggunaan sepeda motor di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> sangatlah sesuai dengan kebutuhan masyarakat &nbsp;karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta biaya operasionalnya cukup hemat. Namun terkadang pemilik kendaraan&nbsp;lupa tidak memperhatikan kondisi motor karena kesibukan akan kegiatan masing-masing, sehingga sepeda motor mengalami kerusakan di bagian mesin. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuatlah sebuah sistem berbasis mikrokontroler yang memberikan peringatan kepada pemilik kendaraan sepeda motor vixion. Mikrokontroler merupakan sebuah sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu <em>chip</em> IC, sehingga sering disebut <em>single chip microcomputer.</em> Dimana sistem ini mengutamakan ketepatan waktu dalam pergantian oli, air radiator dan indikator kerusakan dalam sepeda motor. Penyampaian informasi oli menggunakan buzzer. Radiator dan indikator kerusakan pada sepeda motor di lakukan melalui sms gateway ke smart phone atau android. Untuk itu diperlukan data-data yang di inputkan kedalam suatu system untuk dibaca oleh alat tersebut. Alat-alat yang digunakan untuk pemantauan kondisi motor antara lain sensor kecepatan, arduino, AT MEGA 8535, Buzzer&nbsp; dan sms gateway.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/68 Aplikasi Akses Pintu Kamar Apartemen Menggunakan QR Code Berbasis Android 2019-09-17T14:23:34+07:00 Azella Nanda Yudri azella.nanday@gmail.com Iwan Iwut Tritoasmoro iwaniwuttritoasmoro@telkomuniversity.ac.id Ratna Mayasari 3ratnamayasari@telkomuniversity.ac.id <p><strong>Perangkat keamanan berbasis teknologi sudah banyak diciptakan oleh banyak perusahaan, namun harga perangkatnya masih terbilang mahal. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan teknologi <em>QR Code</em>. Dengan keunggulan yang dimiliki <em>QR Code</em> saat ini dapat dimanfaatkan sebagai media akses pembuka pintu di apartemen. Disisi lain untuk menurunkan biaya peningkatan sistem keamanan menjadi lebih murah dapat memanfaatkan platform berbarsis Android sebagai <em>QR Code reader</em>. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat aplikasi untuk akses pintu kamar apartemen menggunakan QR Code berbasis Android dengan nama My Door.</strong> <strong>Pada penelitian ini terdapat tiga metode pengujian yang dilakukan diantaranya pengujian fungsionalitas (sub-sistem), pengujian performansi QR di lapangan dan pengujian <em>Mean Opinion Score</em>s (MOS). Aplikasi ini memiliki delay dari <em>QR Code</em> ke <em>servo</em> rata-rata 3</strong><strong>,</strong><strong>68 detik dan delay sebesar 1</strong><strong>,</strong><strong>35 detik dari <em>push button </em>ke <em>servo.</em> Secara keseluruhan aplikasi sudah layak digunakan pada apartemen dan sesuai tujuan yaitu dapat membuat aplikasi Android untuk membuka akses pintu kamar apartemen dengan memanfaatkan <em>QR Code</em> sebagai media untuk membuka akses pintu tiap&nbsp; kamar apartemen melalui Android.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/69 PID Trajectory Tracking Control 4 Omni-Wheel Robot 2019-09-17T14:29:38+07:00 Ghufron Wahyu Kurniawan Ghufronwahyukurniawan@gmail.com Novendra Setyawan Novendra@umm.ac.id Ermanu Azizul Hakim Ermanu@umm.ac.id <p><strong>Penelitian ini membahas tentang trajectory tracking pada 4 omniwheel robot menggunakan kontrol PID (Proporsional, Integral, Derivative), penggunaan kontrol PID ini dimaksutkan untuk meminimalisir error pergerakan robot, sehingga saat terjadi error pergerakan diharapkan robot dapat kembali ke lintasannya.Cara kerja dari sistem ini didapatkan dengan cara membandingkan hasil dari <em>tracking trajectory</em> terhadap <em>trajectory planing</em> sehingga didapatkan nilai beda (error) yang digunakan sebagai ma</strong><strong>s</strong><strong>sukan dari kontrol PID, keluaran dari PID ini berupa sinyal kontrol yang diubah kedalam besaran nilai PWM (pulse widh modulation)&nbsp; dan digunakan untuk mengendalikan kecepatan dari masing motor yang terhubung ke roda <em>omnidrive</em>.</strong></p> <p><strong>Hasil pengujian menunjukkan nilai rata rata error sebesar 6,48% pada tracking target nilai X=-185 cm dan target Y =260 cm, dan 6.83% &nbsp;pada tracking target nilai X=185 cm dan target Y =260, sedangkan pada gambar 10 dan 11 menunjukkan grafik dimana garis warna biru(path/trajectory planning) berhimpit dengan garis bewarna biru(path/trajectory tracking) hal tersebut menunjukkan bahwa pola gerak robot dapat mengikuti pola planning yang telah ditentukan dengan baik.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/70 Rancang Bangun Alat Pengukur Kadar Glukosa Darah Secara Non-Invasive Menggunakan Sensor Oxymetri 2019-09-17T14:35:59+07:00 Rista Dwi Novian Adiningsih ristadna@gmail.com Kemalasari kemala@pens.ac.id Firman Arifin firmanits@gmail.com Budi Nur Iman budieepis@gmail.com <p>Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit berat yang banyak diderita oleh banyak orang. Menurut pusat data dan nformasi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013,penderita diabetes mellitus di Indonesia mencapai 12 juta orang. Dimana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk terkena penyakit tersebut jika tidak menjaga pola hidup dan pola makan. Selain itu pemeriksaan rutin terhadap glukosa darah juga penting. Dikarenakan pemeriksaan biasanya harus melukai tubuh (invasive), membuat orang sulit untuk memeriksa kadar glukosa darahnya. Sehingga mulai dikembangkanlah pengukur kadar glukosa darah secara non-invasive, tanpa melukai tubuh. Pada tugas akhir ini, penulis menggunaan sensor oxymetri untuk mengukur kadar glukosa darah. Proyek akhir ini menggunakan prinsip kerja dari photodioda dan infrared serta Led merah yang akan mengalami absorbsi cahaya oleh sifat fisis dari molekul glukosa darah. Kemudian mencari persamaan Linear Regression dari hubungan nilai Rasio tegangan AC dan DC dari red led dan infrared (R) dengan kadar glukosa darah referensi. Dimana persamaan yang didapatkan dari data adalah menggunakan log linier regression dengan rata-rata error mencapai 6-8%. Namun persamaan ini tidak bisa digeneralisasi untuk kasus serupa dengan data yang berbeda. Dimana hasil akhir dari Clarke Error Grid Analysis menunjukkan bahwa kadar gluksoa prediksi belum memiliki keakuratan signifikan untuk dilakukan diagnosa tindakan medis yang perlu dilakukan kepada pasien, namun memiliki kemungkinan besar untuk menjadi akurat jika dilakukan pengambilan data sample yang lebih banyak.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/71 Optimasi Single Axis Tracking Untuk Solar Cell Berbasis Bat Algorithm 2019-09-17T14:41:40+07:00 Tubagus Fahmi tubagusfahmi910@gmail.com Delief Wida Khaidir deliefwidak@gmail.com Machrus Ali machrus7@gmail.com Rukhslin Rukhslin@gmail.com <p>Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi panel surya yaitu dengan menambahkan sistem kendali tracking matahari. Sistem kendali tracking matahari adalah sistem kendali yang selalu mengikuti posisi matahari. Tujuan dari sistem tracking matahari ini adalah untuk menempatkan penampang agar selalu dalam posisi menghadap ke arah sinar matahari. Sistem Single Axis pada tracking matahari dimaksudkan untuk mengikuti ketinggian matahari atau sudut azimuth matahari yang di ukur dari timur &nbsp;ke barat. Dibutuhkan optimasi kontrol agar posisi tepat sesuai yang diinginkan. Untuk optimasi sering digunakan kecerdasan buatan agar diperoleh optimasi terbaik secara otomatis. Diantara kecerdasan buatan itu adalah Bat Algorithm (BA). Penelitian ini membandingkan beberapa metode, yaitu tanpa control, Kontrol PID, PID-Auto, dan PID-BA. Dari hasil simulasi didapatkan penyimpangan sudut elevasi terkecil pada kontroler PID-BA. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PID-BA merupakan kontroler terbaik pada penelitian ini. Penelitian ini nanti bisa dipakai sebagai acuan dan digunakan kontroler lain agar diperoleh kontroler yang optimal.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/72 Informasi Tingkat Kekeruhan Air Pada Tandon Berbasis Mikrocontroller Atmega16 Dengan Media Modul Gsm Sebagai Pengirim Data 2019-09-17T14:48:44+07:00 Fandi Mei Fatma Ami rhartayu@untag-sby.ac.id Ratna Hartayu rhartayu@untag-sby.ac.id Ayusta Lukita Wardani ayustalukitaw@untag-sby.ac.id Niken Adriaty Basyarach nikenbasyarach@untag-sby.ac.id <p>Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, agar air yang digunakan untuk melangsungkan kehidupan seperti untuk makanan, minuman, mandi dll tetap jernih dan mencegah timbulnya penyakit maka diperlukan pendistribusian, penyimpanan dan pengolahan air yang baik. Kebersihan pada tandon air juga menjadi faktor penting untuk mendapatkan kualitas air yang baik, tandon yang kotor akan mempengaruhi kejernihan serta menimbulkan masalah dalam air tersebut, seperti tumbuhnya jamur dan berkembangnya jentik-jentik nyamuk. Pembersihan pada tandon air harus dilakukan secara rutin agar didapatkan kualitas air yang baik dari segi kejernihan. Namun banyak orang mengabaikan kebersihan tandon dikarenakan tidak mengetahui kekeruhan pada tadon tersebut, akibatnya air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kurang baik, berkenaan dengan hal itu maka dirancanglah alat untuk memberikan inormasi tentang kekeruhan pada tandon berbasis mikocontroller Atmega16 dengan media modul GSM sebagai pengirim data. Alat ini menggunakan sensor LDR sebagai inputan, modul GSM sebagai pegirim data, dan Atmega16 sebagai pemprosesan dari keseluruhan sistem, sistem kerja alat ini dengan cara mengkonversikan tegangan, hasil dari pembacaan nya akan ditampilkan pada LCD dan dikirim melalui sms. Pada alat ini terdapat selisih tegangan 0,02 V sehingga tingkat akurasinya tergolong baik sehingga dapat dimanfaatkan pada semua kalangan baik industri perumahan,perhotelan dll.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/73 Optimasi AVR Pada Pembangkit Listrik Mikro-hidro Menggunakan Metode Differential Evolution (DE) 2019-09-17T14:59:55+07:00 Rio Firmansyah reiopanter@gmail.com Budiman budimanjombang1@gmail.com Dwi Ajiatmo ajiatmo@gmail.com Agus Raikhani gus.raikhani@gmail.com Machrus Ali machrus7@gmail.com <p>Mikrohidro memiliki tiga komponen utama dalam pembangkitan yaitu air (sebagai sumber energi), turbin, dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan dengan ketinggian tetentu menju rumah instalasi (rumah turbin). Pada rumah tersebut (power-house) instalasi air tersebut akan menumbuk turbin, dipastikan turbin akan menerima langsung energi dari air dan mengubahnya menjadi energi mekanik yang menyebabkan berputarnya poros turbin. Perubahan beban dapat menyebabkan seringnya fluktuasi pada frekuensi dan tegangan system. Perihal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik. Karena itu digunakan Automatic Voltage Regulator (AVR) agar mengontrol tegangan dapat lebih stabil. Untuk mendapatkan parameter kontrol optimal pada sistem pembangkit listrik tenaga air mikro digunakan PID controller. Penelitian ini membandingkan metode tanpa control, metode kontrol PID-ZN, metode PID-DE, agar diperoleh metode kontrol yang paling baik. Dari perbandingan hasil simulasi didapatkan, bahwa respon terbaik pada system pembangkitan mikro-hidro diperoleh dari model control PID-DE kontroller dan respon terbaik pada sistem AVR pada model kontrol PID-DE kontroller. Hasil penelitian ini nantinya akan dicoba bengan metode lain, yang hasilnya mungkin akan lebih baik.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/74 Perancangan Prototype Penghitung Space Parkir 3 Lantai 2019-09-17T15:05:03+07:00 Diana putri permata siwi dianaputripermatasiwi@gmail.com Wahyu Setyo Pambudi wahyusp@itats.ac.id <p>-&nbsp; Pada era globlisasi banyak berbagai macam teknologi canggih yang membantu mempermudah manusia dalam menyelesaikan msalah. Terutama masalah dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya volume mobil dalam parkiran, terutama untuk tempat parkir di perkantoran, pusat perbelanjaan ataupun di tempat umum lainnya, biasnaya dalam mencari tempat parkir sedikit kesulitan. Sehingga memakan waktu dalam pencarian. Untuk mengetahui slot parkir pun kebanyak masih menggunakan secara manual dengan menghitung banyaknya jumlah mobil yang masuk. Maka dari itu penulis membuat prototype penghitung space parkir untuk 3 lantai. Guna mempermudah untuk mengetahui slot parkir yang tersedia. Dari hasil penelitian tersebut didapat daengan hasil sesuai dengan harapan meskipun ada yang belum memenuhi keinginan. Kendala yang didapat saat mencoba prototype ini yaitu intensitas cahaya, jika semakin gelap maka hasil dari percobaan semakin tidak beraturan. Dan sebaliknya jika terlalu terang maka utnuk hough circlenya tidak terdeteksi. Dari hasil percobaan diapat prosentase keberhasialna dari pengambilan 5 data yaitu 60%.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/75 Sistem Keamanan Bangunan Multi Lokasi Berbasis IoT Menggunakan Siemens LOGO! dan Raspberry Pi 2019-09-17T17:02:45+07:00 Pricillia Alvina pricilliaalvina@gmail.com Handy Wicaksono handy@petra.ac.id Petrus Santoso petrus@petra.ac.id <p><strong>Suatu bangunan perlu memiliki sistem keamanan untuk mencegah adanya pencurian ataupun kebakaran. Banyak pihak telah mengembangkan sistem otomatis untuk tujuan tersebut, namun terbatas pada satu bangunan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan sistem keamanan otomatis berbasis internet untuk mengawasi beberapa bangunan yang terletak saling berjauhan. </strong></p> <p><strong>Sistem ini terdiri dari dua buah Siemens LOGO! Sebagai pengendali lokal dan RaspberryPi 3 sebagai <em>web</em> <em>server</em>. Sensor gas, sensor api, PIR sensor, sensor pintu, dan kipas angin dihubungkan ke LOGO!. Node-RED digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen <em>hardware </em>dan <em>software</em>. Sistem ini memiliki fitur <em>monitoring</em>, <em>controlling</em> dan <em>alarm notification</em>. Pemilik bangunan dapat menerima notifikasi melalui e-mail, LINE <em>message</em> maupun Telegram <em>message</em>.</strong></p> <p><strong>Berdasarkan hasil pengujian, sistem keamanan berfungsi dengan baik. Notifikasi berhasil dikirimkan menuju <em>smartphone</em> pemilik dengan waktu rata-rata 4.15 detik. Penerapan sistem keamanan di dua lokasi pada jaringan lokal berhasil dengan waktu rata-rata 70.7 mili detik, sedangkan pada jaringan internet berhasil dengan waktu rata-rata 66.85 mili detik.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/76 Rancang Bangun Lemari Pengering Pakaian Otomatis Energi Matahari Menggunakan Arduino Mega Berbasis Fuzzy Logic 2019-09-17T17:11:52+07:00 Abdul Rozaq abdulrozaqgerreng@gmail.com Koko Joni kokojoni@gmail.com Riza Alfita riza.alfita@trunojoyo.ac.id <p>Ketika musim hujan mengeringkan pakaian menjadi masalah tersendiri bagi manusia, terutama bagi pengusaha laundry, mebutuhkan waktu 1 sampai 3 hari untuk mengeringkan beberapa pakaian, hal ini disebabkan minimnya paparan sinar matahari pada pakaian ketika musim hujan. Dengan berkembangnya teknologi, manusia membutuhkan sebuah alat pengering pakaian otomatis dengan harapan bisa membantu mempercepat proses pengeringan pakaian ketika musim hujan, kali ini sistem menggunakan arduino mega sebagai kontrolernya, dengan menggunakan catu daya utama dari panel surya, serta menggunakan sensor suhu dan kelambapan DHT22 serta menggunakan metode <em>fuzzy logic</em> untuk kontrolernya. Tujuan dari penelitian ini mengeringkan pakaian hasil proses laundry (mesin cuci) yang rata rata kadar airnya mencpai ± 90% di inginkan menjadi ± 70%. Setelah dilakukan metode eksperimen yang dilakukan beberapa kali pengujian, membutuhkan waktu rata-rata 3 jam untuk mengeringkan pakaian pada suhu 35º C menggunakan lemari pengering, Pengeringan Secara manual menggunakan panas matahari membutuhkan waktu 4-5 jam dalam cuaca normal 28-30ºC, sehingga dapat dianalisa lemari pengering 2-3 kali lebih cepat dalam proses pengeringannya.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/77 Studi Perencanaan Pompa Air Tenaga Surya Sebagai Pengadaan Air Bersih Rumah Tangga 2019-09-17T17:21:39+07:00 Viky Yosia Priambodo yosiaviky@gmail.com Yuni Rahmawati yuni.rahmawati.ft@um.ac.id Aripriharta aripriharta@gmail.com <p><strong>Pompa air tenaga surya merupakan sebuah teknologi berbasis <em>photovoltaic</em> atau panel surya yang mengkonversi sinar matahari </strong><strong>menjadi daya </strong><strong>untuk </strong><strong>menggerakkan pompa air</strong><strong>. Sistem ini umumnya terdiri dari modul panel surya, motor pompa AC atau DC, dan system elektronik. Modul panel surya dipasang dengan menyesuaikan struktur dengan ketentuan dari <em>tracking</em> manual maupun otomatis. Air dipompa dalam waktu tertentu yang kemudian disimpan pada sebuah tangki. Tangki air digunakan untuk penyimpanan. Pada beberapa sistem digunakan sebuah baterai yang digunakan sebagai tempat penyimpanan daya listrik dari panel surya.</strong></p> <p><strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya yang dihasilkan panel surya </strong><strong>setiap satu jam . M</strong><strong>engetahui bagaimana pengaruh daya terhadap volume air yang dihasilkan pompa air tenaga surya, mengetahui banyak volume air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Data diperoleh melalui&nbsp; pengujian prototipe pompa air tenaga surya</strong><strong>.</strong></p> <p><strong>Waktu penyinaran matahari mulai pukul 10.00-14.00</strong><strong> diperoleh hasil yaitu waktu penyinaran </strong><strong>&nbsp;mempengaruhi daya keluaran panel surya, besar kecilnya volume air yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh besar kecilnya daya.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/78 Sistem Pembacaan Data Power Meter Dengan Komunikasi Modbus Secara Terpusat 2019-09-17T17:28:49+07:00 Jonathan Teng myblog.jonathan@gmail.com Julius Sentosa Setiadji julius@petra.ac.id Resmana Lim resmana@petra.ac.id <p><strong><em>Power meter </em></strong><strong>digunakan untuk memantau penggunaan energi listrik pada suatu ruangan atau gedung. Untuk melihat secara mendetail penggunaan listrik pada satu ruang pada suatu bangunan, digunakan <em>power meter</em> yang disebar pada beberapa titik. Karena letak <em>power meter </em>yang tersebar, maka diperlukan <em>power meter </em>yang memiliki fitur komunikasi data agar data pembacaan dapat dikirimkan dan dikumpulkan secara terpusat.</strong></p> <p><strong>Sistem dibuat dengan menggunakan dua perangkat. yang pertama adalah <em>gateway </em>yang membaca data dari <em>power meter</em> yang tersebar. <em>Gateway </em>berfungsi untuk merubah data <em>Modbus RTU </em>menjadi <em>modbus TCP/IP. </em>Perangkat kedua yaitu <em>server</em> menerima data <em>Modbus TCP/IP </em>dari <em>gateway </em>lalu menampilkannya menuju halaman <em>web.</em> <em>Server</em> juga akan mengirim notifikasi menuju <em>smartphone</em> apabila kondisi pembacaan <em>power meter</em> menunjukkan nilai tertentu yang melebihi nilai <em>threshold </em>dari <em>user</em>.</strong></p> <p><strong>Sistem yang telah dibuat menghasilkan perangkat <em>gateway</em> yang dapat mengirimkan data <em>power meter </em>menuju <em>server</em>, halaman web untuk tampilan data <em>power meter</em> beserta halaman untuk konfigurasi, sistem <em>database</em> untuk menyimpan data dari <em>power meter</em>, dan sistem notifikasi melalui aplikasi <em>Line.</em> Sistem yang telah dibuat mampu menampilkan data <em>power meter </em>menuju halaman web <em>dengan</em> jeda waktu </strong><strong>864.09 milidetik hingga 943.35 milidetik</strong><strong> dari nilai riil pada <em>power meter</em>. </strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/79 Kontrol Arah Kamera Mengikuti Obyek Menggunakan Rasberry Pi dan PIR Sensor 2019-09-17T19:11:56+07:00 Raynaldy Rivaldy Leuw reynaldyleuw@gmail.com Thiang thiang@petra.ac.id <p><strong>Banyak kamera CCTV yang bekerja secara statis dan melakukan rekaman selama sehari penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem kamera yang dapat merekam dan memberi notifikasi saat adanya gerakan obyek dan dapat berubah arah mengikuti obyek. Sistem yang dibuat terdiri dari perangkat keras dan program. Didalam sistem terdapat empat sensor PIR yang digunakan untuk mendeteksi gerakan obyek, modul kamera Raspberry Pi dan <em>motor servo</em> yang dikontrol menggunakan Raspberry Pi 3. Setiap sensor PIR diberi penghalang untuk mencegah pembacaan secara bersamaan. Sistem diprogram menggunakan bahasa pemrograman <em>Python</em>. Berdasarkan hasil pengujian sistem yang telah dilakukan, sistem dapat mengirimkan notifikasi dan kamera dapat melakukan rekaman saat obyek terdeteksi. Arah dari kamera dapat diubah oleh <em>motor servo </em>saat obyek bergerak dan berpindah <em>region </em>pendeteksian sensor PIR. Pembacaan sensor PIR secara bersamaan dapat mengakibatkan arah kamera diubah oleh motor servo ke arah yang salah</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/80 Sistem Indikator Untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja Akibat Keracunan Karbon Monoksida Pada Pasukan Pemadam Kebakaran 2019-09-17T19:21:00+07:00 Octavia Fatma Kirana Octafikir@gmail.com Muh. Taufiqurrohman Octafikir@gmail.com <p>Kejadian kebakaran merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, sehingga petugas pemadam kebakaran dituntut untuk selalu siaga ketika bertugas. Keluhan kesehatan yang dirasakan oleh petugas di lokasi kebakaran umumnya dikarenakan banyak menghirup asap misalnya batuk, sesak nafas, mual, muntah, pusing, mata perih bahkan pingsan. Asap dari kasus kebakaran banyak mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan, salah satunya adalah karbon monoksida (CO). hal tersebut membuat petugas pemadam kebakaran menjadi beresiko tinggi untuk keracunan gas CO. Dari beberapa gejala keracunan gas CO pada manusia, takikardia merupakan salah satu gejala yang berbahaya. Oleh karena itu pada penelitian ini akan di bangun sebuah sistem indikator denyut jantung pada petugas pemadam kebakaran, dengan melakukan inovasi terhadap penelitian sebelumnya. Yaitu, sistem penghitung denyut jantung dan sensor kepekatan gas CO dengan indikator led dan buzzer, yang dirancang agar dapat memberikan pemberitahuan dini pada petugas pemadam kebakaran yang mengalami gejala takikardia akibat keracunan karbon monoksida. Alat ini dapat menjadi alarm untuk mengindikator kondisi jantung dan tingkat kepekatan gas CO pada masing-masing petugas pemadam kebakaran.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/81 Optimasi Output Photovoltaic Dengan Menggunakan Tracking Dinamis Berdasarkan Waktu Penyinaran Matahari 2019-09-17T19:26:36+07:00 Alfi Bahar alfi.bahar@gmail.com Misbahul Munir misbahulmunir395@gmail.com Titiek Suheta hita@itats.ac.id <p>Teknologi <em>dual axis solar panel</em> adalah sebuah teknologi untuk menggerakkan <em>solar panel</em> dengan 2 poros yang telah ditentukan. Cara untuk membuat 2 poros yaitu dengan membuat perancangan mekanik yang dirancang sedemikian rupa dengan dua engsel dan dua buah motor sehingga <em>solar panel</em> dapat selalu menghadap ke arah pergerakan matahari. Tujuan dari pembuatan <em>dual axi</em><em>s solar panel</em> dan <em>boost conve</em><em>rter</em> yaitu untuk meningkatkan optimasi dari <em>solar panel</em> itu sendiri. Selama ini efisiensi untuk <em>solar panel</em> masih sangat rendah berkisar 16% saja. Berbagai macam penelitian dan pengembangan telah dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dari <em>solar panel.</em> Dimulai dari pengembangan material hingga yang terbaru adalah pengembangan konnstruksi dari <em>solar panel.</em> Untuk penelitian ini digunakan metode <em>dual axis solar panel</em> dan <em>boost converter.</em> Dikarenakan posisi <em>solar panel</em> yang dapat secara <em>continue</em> menghadap posisi matahari. Dan penambahan <em>boost converter</em> sebagai penaik tegangan, maka dapat menghasilkan optimasi hingga 5% lebih dari pada <em>solar panel</em> statis dan <em>output</em> tegangan dapat dinaikkan hingga 24V sehingga dapat membuat pembangkit listrik tenaga surya yang lebih optimal</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/82 Rancang Bangun Robot Sar (Search And Rescue) Dengan Sistem Kendali Semi Otomatis 2019-09-17T19:32:42+07:00 Arif Nugroho arifn177@gmail.com Rozaq Arminnur Yuliawan rozaqarminnury13@gmail.com Riza Agung Firmansyah rizaagungf@itats.ac.id <p><strong><em>Indonesia merupakan wilayah yang sering terjadi bencana alam. Salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia ialah gempa bumi, dikarenakan Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng indo-australia, lempeng Eurasia, dan lempeng pasifik. untuk menanggulangi hal tersebut, maka diperlukan sebuah alat untuk membantu proses evakuasi korban bencana, yaitu sebuah robot search and rescue dengan kendali semi otomatis yang dapat dijalankan disuatu medan yang sulit dilalui oleh manusia. Robot ini dibuat dengan menggunakan konstruksi roda berbentuk rantai dan dapat dikendalikan menggunakan remote control dan dilengkapi kamera infrared guna untuk memantau keadaan lokasi sekitar. pada alat ini menggunakan raspberry pi untuk mengendalikan gerak robot dan dilengkapi dengan wifi sebagai remote control, metode yang digunakan untuk menggerakan secara manual maupun otomatis ialah kontrol PID. Untuk mengatur kecepatan gerak robot secara konstan di lokasi medan yang dilalui. Hasil dari pengujian yang dilakukan bahwa robot mampu dikendalikan secara manual, maupun otomatis melewati halangan dengan bantuan sensor ultrasonik dan sensor kompas untuk mengembalikan robot ke jalur sebelumnya dan robot ini mampu memantau keadaan sekitar dengan bantuan kamera infrared. Robot dapat mengatur kecepatan di lintasan turunan dengan sudut kemiringan 30 derajat, tanjakan dengan kemiringan 30 derajat dan ketinggian maksimum yang bisa dilewati adalah 0,3 meter dengan menggunakan metode PID</em></strong><strong><em>.</em></strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/83 Jenis Ektraksi Ciri Untuk Pendeteksian Misalignment pada Motor Induksi Menggunakan Multi Level Transformasi Wavelet Haar dan Coiflet 2019-09-17T19:39:16+07:00 p.p.s. Saputra pressa@umg.ac.id Safiq Abdillah pressa@umg.ac.id Martha Kusuma pressa@umg.ac.id <p><strong>Saat ini motor induksi banyak digunakan dalam industri karena konstruksi yang kuat, efisiensi tinggi, dan perawatan yang murah. Perawatan mesin diperlukan untuk memperpanjang umur motor induksi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kegagalan bearing dapat menyebabkan 42% -50% dari semua kegagalan motor. Secara umum ini disebabkan oleh kesalahan produksi, kurangnya pelumasan, dan kesalahan pemasangan. Misalignment motor adalah salah satu kasus kesalahan dalam pemasangan motor induksi. Penelitian ini berfokus untuk mensimulasikan transformasi wavelet diskrit untuk mengidentifikasi misalignment pada motor induksi. Pemodelan operasi motor diperkenalkan dalam penelitian ini sebagai operasi normal dan dua variasi misalignment. Untuk kasus ini, transformasi wavelet haar dan coiflet pada level pertama hingga level kelima digunakan untuk mengekstraksi sinyal getaran motor menjadi sinyal frekuensi tinggi. Kemudian, sinyal energi dan ekstraksi sinyal lain yang didapat dari sinyal frekuensi tinggi dievaluasi untuk menganalisis kondisi motor. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi wavelet diskrit berjenis haar pada level tiga dapat mengidentifikasi keadaan motor yang beroperasi normal dan keadaan motor yang mengalami misalignment</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/85 Analisa Suhu Pendinginan Termoelektrik Tipe TEC-12706 Dengan Variasi Metode Pendinginan Sisi Panas 2019-11-25T05:54:13+07:00 Akbar Sujiwa akbarsujiwa@unipasby.ac.id Mochamad Arif Nurochman arifnurochman37@gmail.com <p><strong>Sistem pendingin baik berupa pendingin ruangan, lemari pendingin, maupun pendingin udara mobil merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sekarang. Namun dalam penerapannya, pada sistem pendingin ini terdapat sebagian teknologi yang memanfaatkan gas kurang ramah lingkungan seperti <em>chlorofluorocarbon</em> (CFC) karena dapat mempengaruhi kondisi ozon bumi, untuk mengurangi penggunaan bahan berbahaya tersebut maka teknologi alternatif berupa perangkat termoelektrik dapat digunakan. Prinsip kerja perangkat ini dalam menghasilkan suhu dingin dilakukan dengan memberikan tegangan kerja dan arus kerja tertentu serta mempertahankan sisi panas termoelektrik dalam rentang suhu serendah mungkin. Sistem untuk menjaga temperatur sisi panas ini masih jarang diperhatikan, oleh karena itu pada penelitian ini diteliti metode pendinginan mana yang baik digunakan dalam mempertahan kestabilan suhu sisi panas termoelektrik. Penelitian dilakukan dengan tiga macam variasi metode, yaitu menggunakan <em>heatsink</em>, <em>heatsink</em> dan kipas, serta menggunakan&nbsp; <em>waterblock</em>. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa sistem pendingin yang mampu menjaga kestabilan suhu pendinginan adalah <em>waterblock</em> dengan suhu terendah yang dicapai sebesar 6,3 °C.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/86 Rancang Bangun Turbin Air Jenis Pleton Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Skala Laboratorium 2019-09-17T20:57:34+07:00 Syehty Wulan Sari syehty@gmail.com <p><strong>,</strong> <strong>Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, tingkat kebutuhan energi juga semakin meningkat dan mengakibatkan menipisnya bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama. Oleh karena itu diperlukan energi alternative yang terbarukan. Adapun tujuan dari pembangunan PLTMH ini adalah untuk memacu perekonomian daerah-daerah yang belum teraliri oleh listrik mengingat potensi tenaga air yang dimiliki oleh daerah tersebut.</strong><strong>Penelitian ini menggunkan turbin air jenis Pleton dengan bahan dasar cutting whell untuk </strong><strong>membentuk </strong><strong>diameter turbin </strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>tersebut.Turbin tersebut akan di teliti kinerjanya pada berbagai variasi debit air dan diameter nozzle.Sudu yang dipakai menggunkan pipa elbow </strong><strong>yang berukuran </strong><strong>1 ½ ‘’ dengan sudut 45˚.</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah </strong><strong>untuk mengetahui efesiensi debit air pada variasi bukaan kran </strong><strong>pada </strong><strong>sudut 22,5˚,45˚,67˚dan 90˚ ,untuk mengetahui ukuran diameter turbin pleton menggunakan 32 atau 25 cm terhadap debit air yang di hasilkan dan untuk mengetahui efesiensi ukuran diameter nozzle pada variasi </strong><strong>pipa </strong><strong>1/3’’ dan 1/2’’</strong><strong>.</strong><strong>Metode </strong><strong>penelitian ini meliputi beberapa aspek yaitu study literatur,pembuatan dan perancangan alat uji,pengambilan data dan menganalisa data.</strong></p> <p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa,pada uji coba bukaan kran sudut 90˚ efesien nilai debit air yang di keluarkan,pada uji coba ukuran diameter turbin <em>Pleton</em> 25cm mendapatkan hasil maximal terhadap nilai <em>Rpm(putaran)</em> dan untuk uji coba ukuran diameter pipa ½ ‘’ lebih maximal terhadap daya tampung sudu yang di pakai.Dengan rangkaian uji coba pada penelitian ini di dapatkan nilai output yang berupa tegangan tanpa beban untuk mengguji generator yang di pakai apakah sesuai dengan tipe generator tersebut.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/87 Sistem Komunikasi Buoy Berbasis Internet of Things 2019-09-17T21:03:24+07:00 Hervianto Hutomo Putra omoputra56@gmail.com Felix Pasila felix@petra.ac.id <p><strong>Sistem <em>Internet of Things</em> di dunia perairan khususnya perikanan di Indonesia belum terlalu banyak. Masalah terkait ikan mati secara mendadak masih menjadi permasalahan dan kerugian bagi pembudidaya ikan. Dengan adanya sebuah alat dan sistem <em>Internet of Things </em>di dunia perikanan maka dapat menimalkan kerugian dan memonitoring kondisi perairan.</strong></p> <p><strong>Pada penelitian ini, penulis mengembangkan sebuah sistem untuk tambak udang yaitu sistem notifikasi dan <em>monitoring buoy</em>. Tugas akhir ini dilakukan dengan </strong><strong>menggunakan </strong><strong><em>Node-Red</em></strong><strong> sebagai <em>platform</em> pemograman. Hasil dari pembacaan sensor akan tersimpan di <em>database</em> dan dapat dilihat hasilnya melalui <em>web browser</em> secara <em>real time</em>. Hasil dari pengukuran apabila melebihi batas normal parameter kualitas air tambak udang maka akan memberikan notifikasi ke <em>Email</em> dan Line </strong></p> <p><strong>Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa notifikasi pada Line dan <em>Email</em> berfungsi dengan baik. <em>Dashboard</em> berfungsi dengan baik untuk monitoring dan <em>database</em> berfungsi dengan baik untuk penyimpanan data.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/88 Mini Scada Plts Berbasis Arduino Uno Dan Visual Basic Menggunakan Web Api Crud 2019-09-17T21:12:34+07:00 Erwin Nur Cahyono erwinproject.id@gmail.com Agus Kiswantono aguskiswantono@gmail.com <p>Kebutuhan energi matahari di Indonesia masih terus berkembang. Pesatnya perkembangan teknologi di dunia industri dan pembangkit listrik telah memiliki dampak yang sangat signifikan di bidang komunikasi data dan instrumen.</p> <p>Dengan perkembangan teknologi ini metode komunikasi juga berkembang, penggunaan SCADA diperlukan di dunia industri. tetapi harga untuk menginstal SCADA masih terlalu mahal. maka diperlukan inovasi untuk SCADA dengan harga rendah untuk industri industri kecil dengan sumber energi dari sel surya, dengan menjadikan Arduino Uno dan NodeMCU sebagai pengontrol dan Visual Basic sebagai HMI.</p> <p>Berdasarkan hasil pengujian panas sangat berpengaruh terhadap kinerja surya karena mengandung bahan semikonduktor. fungsi sel surya adalah mengubah sinar matahari menjadi listrik melalui fotovoltaik. Sistem SCADA yang dibuat menggunakan Arduino Uno dan NodeMCU mengirim data harus menggunakan jaringan internet yang stabil. proses perlindungan pada perangkat saat ada kelebihan tegangan atau kelebihan arus sangat sensitif.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/89 Bat Algorithm Sebagai Optimasi PID Controller Pada Turbin Angin 2019-09-17T21:24:07+07:00 Muhammad Ade Yusuf Alghifrani yusufagif@gmail.com Hidayatul Nurohmah hidayatul.nurohmah@gmail.com Dwi Ajiatmo ajiatmo@gmail.com Machrus Ali machrus7@gmail.com <p>Turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, dengan menggunakan prinsip konversi energi dan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu angin. Walaupun sampai saat ini pembangunan turbin angin masih belum dapat menyaingi pembangkit listrik konvensional. Turbin angin dikembangkan oleh para ilmuwan karena dalam waktu dekat manusia akan dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya alam tak terbaharui sebagai bahan dasar untuk membangkitkan listrik. Kontrol cerdas berbasis Artificial Intelligent (AI) banyak berkembang untuk memperbaiki kontrol konvensional&nbsp; untuk mengontrol agar tegangan keluaran selalu berada dinilai konstan pada beban yang berubah-rubah.Pada tugas penelitian ini akan dibahas mengenai kontrol kecepatan turbin agar tetap berada dinilai konstan dengan PID dan dengan tunning Bat Algorithm (BA). Berdasarkan persamaan konsep ekolokasi dari kelelawar pada pembahasan sebelumnya maka berikut ini akan di berkikan suatu pseudocode dari algoritma kelelawar yang dikembangkan oleh Yang. Hasil tuning BA diperoleh perubahan tegangan keluaran didapatkan memiliki steady state error, settling time dan overshoot yang lebih baik. Penlitian akan dikembangkan dengan mencoba metode kecerdasan buatan lainnya</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/90 Rancang Bangun Monitoring System dan Visual Data pada Prototype Drone Militer untuk Mendukung Tugas di Medan Operasi 2019-09-17T21:29:42+07:00 M Sigit Purwanto mspurwanto@gmail.com Budhi Trilaksono budi.d3xi@gmail.com <p><em>First PersonView</em> atau disingkat dengan FPV merupakan suatu sistem visualisasi pada drone yang menggunakan sistem komunikasi jarak jauh tanpa kabel atau disebut juga dengan <em>wireless</em>.Sistem FPV ini telah banyak mengalami pengembangan dalam hal visualisasi. Dengan menggunakan sistem FPV banyak digunakan dalam hal pengamatan jarak jauh. Modul <em>minim</em> OSD digunakan untuk mengolah serta mengumpulkan data penerbangan dari <em>Pixhawk </em>kemudian ditransmisikan oleh video <em>transmitter</em> yang diterima oleh video <em>receiver</em> untuk ditampilkan ke layar monitor pengawak drone. Dalam penelitian ini pengembangan yang dilakukan adalah sistem kendali kamera dengan menggunakan arduino <em>nano</em> sebagai mikrokontroler dan modul MPU6050 sebagai sensor akselerometer, serta modul HC-12 sebagai radio <em>transmitter</em> maupun <em>receiver</em>. Kamera digerakkan oleh motor servo sg90 sebagai gerakan tolehan dan anggukan yang berdasarkan perubahan posisi kepala. Dari percobaan dan pengujian penelitian ini diperoleh hasil yang diharapkan. Kemampuan kamera untuk menangkap gambar video serta mengirimkan data video diterima dengan baik oleh video <em>receiver</em> yang ditransmisikan melalui video <em>transmitter</em>. Sensor MPU6050 memberikan data perubahan berdasarkan posisi kepala dikirim melalui <em>transmitter</em> modul HC-12 yang diterima oleh <em>receiver</em> modul HC-12 mendapatkan hasil yang baik</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/91 Ant Colony Optimazation sebagai Tuning PID pada Single Axis Tracking Photovoltaic 2019-09-17T21:39:22+07:00 Wahyu Cahyono bahakudin@gmail.com Mahrus Ali machrus7@gmail.com Hidayatul Nurohmah hidayatul.nurohmah.mt@gmail.com Budiman budimanjombang1@gmail.com <p><em>Ant Colony Optimization</em> (ACO) adalah Kecerdasan Buatan sering digunakan agar diperoleh optimasi suatu sistem. <em>Ant Colony Optimization</em>, berasal dari kata <em>ant</em>: semut, <em>colony</em>: kompulan atau koloni, <em>opimization</em>: optimasi semut merupakan tergolong salah satu hewan yang pintar, mereka mampu mencapai makannanya dengan jalur yang terpendek dan tercepat. Perilaku semut adalah inspirasi untuk Algoritma <em>Ant Colony Optimization</em> ini. Salah satu penggunaan metide ini adalah untuk meningkatkan efisiensi kontrol pergerakan panel surya yaitu dengan menambahkan sistem kendali single axis tracking matahari. Sistem kendali tracking matahari adalah sistem kendali yang selalu mengikuti posisi matahari. Tujuan dari sistem tracking matahari ini adalah untuk menempatkan penampang agar selalu dalam posisi menghadap ke arah posisi sinar matahari. Tracking matahari jenis azimuth-elevation terdiri dari sumbu putar horisontal dan sumbu putar vertikal. Sistem kontrol perlu sekali untuk dioptimasi agar posisi tepat sesuai yang diinginkan. Penelitian ini nanti bisa dipakai sebagai acuan dan digunakan kontroler lain atau metode kecerdasan buatan lainnya agar diperoleh kontroler yang optimal.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/92 Pengaturan Tingkat Suhu Dan Kelembaban Pada Mesin Penetas Telur Burung Puyuh 2019-09-17T21:48:14+07:00 Surya Adi Suryaadi18@gmail.com Antonius Ari Kunto Antonius.arikunto@gmail.com Titiek Suheta hita@itats.ac.id Syahri Muharom syahrimuharom@itats.ac.id <p>Faktor utama yang sangat mempengaruhi proses pertumbuhan embrio pada telur dan penetasan telur adalah suhu dan kelembaban (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur). Dalam penelitian ini menggunakan telur puyuh sebagai bahan utama yang akan di proses. Berdasarkan referensi, suhu ruangan pengeraman dan penetasan telur puyuh ada 97℉ − 103℉ (36℃ − 39℃) dengan kelembaban 55% serta lamanya proses pengeraman sampai penetasan adalah 17 hari. Sensor SHT 11 adalah sensor kelembaban dan suhu, SHT 11 memiliki banyak kelebihan sehingga sangat cocok untuk aplikasi ini. Pemilihan chip Atmel ATMega32 sebagai otak mikrokontroler memiliki performa dan fleksibilitas serta ukuran penyimpanan data yang besar menjadi pilihan yang baik untuk mengatur sistem kerja alat. Untuk pemanas ruang inkubator menggunakan 2 lampu bohlam dengan total daya 50 watt dengan daya masing-masing lampu 25 watt, wadah penampung air untuk menimbulkan udara yang lembab serta 2 kipas sebagai pengatur sirkulasi udara dalam ruang inkubator. Dengan menggunakan sirkulasi udara dan 2 lampu bohlam sebagai sumber panas mendapatkan hasil suhu dalam ruang inkubator merata, namun memerlukan waktu yang lama yaitu 120 menit untuk mencapai suhu 39℃. Tetapi pada proses pengeraman telur burung puyuh hanya memerlukan 36℃ - 39℃ dan kelembaban 40% - 55%.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/94 Alat Pengatur Kelembapan Dan Suhu Untuk Mempercepat Proses Fermentasi Kedelai Berbasis Internet Of Things 2019-09-18T07:34:31+07:00 Muhammad Samsul Anwar samsulbisa0@gmail.com Rio Muhamad Nur Daiwa Aji muhamadrio8@gmail.com <p><strong>Tempe merupakan bahan pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia secara luas. </strong><strong>Tempe termasuk makanan yang digemari di Indonesia bahkan sebanyak 50% produksi kacang kedelai diolah menjadi tempe. Namun dalam proses produksi tempe belum bisa maksimal karena proses fermentasi tempe yang memakan waktu 48 jam. Dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih dibutuhkan cara pengolahan fermentasi tempe yang cepat. Selain itu </strong><strong>Permasalahan yang dialami produsen tempe diantaranya pengecekan suhu dan kelembapan secara manual sehingga dikhawatirkan akan mengalami gagal produksi. </strong><strong>&nbsp;APACE merupakan alat yang dapat mempercepat proses fermentasi tempe kedelai sekaligus dapat memantau dan mengedalikan suhu dan kelembapan. Perangkat APACE memiliki 2 sensor yaitu sensor DHT11 untuk membaca nilai suhu dan kelembapan serta sensor </strong><strong><em>Load Cell </em></strong><strong>digunakan untuk mengukur berat tempe</strong><strong><em>.</em></strong><strong> APACE dapat dipantau dan dikendalikan melalui aplikasi android yaitu AFRA sehingga pengguna dapat mengetahui suhu, kelembapan dan berat bahan baku tempe saat jauh dari alat APACE.</strong><strong> Data pembacaan dari sensor suhu dan kelembapan yang diproses pada Arduino diunggah ke <em>server </em>oleh Wemos melalui jaringan internet. Data yang sudah disimpan pada server akan diakses oleh AFRA</strong>.<strong> Hasil dari APACE dapat mempercepat proses fermentasi tempe kedelai hingga 20 jam dengan cara mengendalikan suhu dan kelembapan.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/95 Politeknik Negeri Madiun, 2019-09-18T07:41:50+07:00 Aziz Prapta Dira azizpaptadira@gmail.com Faiz Syaikhoni Aziz, faizsyaikhoni@gmail.com A.N. Afandi an.afandi@um.ac.id Slamet Wibawanto Slamet.wibawanto.ft@um.ac.id <p><strong>Salah satu jenis pembangkit yang banyak digunakan di Indonesia pada saat ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap</strong><strong>. Jumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap &nbsp;&nbsp;termasuk dalam kategori yang terbayak nomer tiga. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, bahan ajar yang terkait Pembangkit Listrik Tenaga Uap masih sedikit. Sehingga diperlukan buku referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Tujuan penelitian dan pengembangan &nbsp;adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan buku referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Model yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini adalah model R&amp;D milik Sugiyono yang mempunyai 10 tahap, diantaranya: </strong><strong>(1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produk massal. Hasil dari pengembangan ini berupa buku referensi, dan telah di validasi oleh validator serta di uji coba terhadap mahasiswa. Hasil validasi oleh validator memperoleh presentase sebesar 94% (sangat valid), hasil uji coba produk memperoleh prsentase 91% (sangat valid), dan pada uji coba pemakaian memperoleh presentase sebesar 91% (sangat valid). Berdasarkan hasil tersebut, buku referensi yang dibuat dinyatakan sangat valid dan layak digunakan untuk referensi pembelajaran pada matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik. </strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/96 Perhitungan TDS Overcurrent Relay Menggunakan Adaptive Modified Firefly Algorithm Pada PT.Pertamina RU V Integrasi Dengan PLN 2019-09-18T07:50:53+07:00 Margo Pujiantara margo@ee.its.ac.id Rahmanditya R. Muhammad r.rahadianm@gmail.com Soedibyo soedieb@ee.its.ac.id <p><strong>Pertamina RU V Balikpapan akan diintegrasikan sumber listrik dengan PT. PLN. Maka akan terjadi perubahan pola operasi generator pada sistem sehingga perlu dilakukan analisis sistem proteksi ulang. Sistem proteksi bertujuan untuk untuk mengisolasi gangguan secara cepat, selektif, dan koordinatif sehingga kerusakan pada sistem dapat diminimalisir dan kontinuitas tenaga listrik dapat terjaga dengan baik. Hal&nbsp; penting yang harus diperhatikan dari koordinasi proteksi khususnya pada rele arus lebih adalah pengisian parameter TDS (<em>Time Dial Setting</em>). TDS mengatur waktu operasi rele dalam mengamankan suatu gangguan. Umumnya nilai TDS ditentukan menggunakan perhitungan manual untuk mendapatkan nilai TDS minimum. Namun untuk mendapatkan nilai TDS yang tepat dalam pengkoordinasian dengan rele lain masih menggunakan metode <em>trial and error.</em> Pada tugas akhir ini akan dibahas tentang cara perhitungan <em>time dial setting inverse time overcurrent relay</em> dengan metode <em>adaptive modified firefly algorithm</em> pada sistem kelistrikan di PT. Pertamina RU V Balikpapan mempertimbangkan integrasi dengan PLN untuk mendapatkan nilai TDS yang minimum. Hasil dari tugas akhir ini adalah mendapatkan nilai TDS minimum pada beberapa kasus jenis tipikal seperti saluran terpanjang, pertimbangan waktu operasi LVCB, dan saluran yang pendek agar dapat teteap terkoordinasi dengan baik dengan saluran panjang yang terpasang pada bus yang sama.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/97 Karakterisasi Superkapasitor dengan Pemodelan Rangkaian R-C Dua Cabang dan Kapasitansi Variabel 2019-09-18T08:12:36+07:00 Audie Rahmani Awali audierahmani@gmail.com Vita Lystianingrum Budiharto Putri vita@ee.its.ac.id <p>Perkembangan sistem penyimpanan energi secara masif turut berkontribusi pada pengembangan aplikasi energi baru-terbarukan secara luas. Performa unik superkapasitor yang unggul dalam hal kerapatan energi dan kemampuan <em>charge-discharge</em> secara instan membutuhkan suatu pemodelan yang akurat melalui metode karakterisasi superkapasitor. Pemodelan superkapasitor menjadi rangkaian ekivalen RC dua cabang dengan kapasitansi variabel memiliki keunggulan tingkat akurasi yang tinggi dan prosesnya yang lebih sederhana. Dengan metode karakterisasi <em>charge-discharge</em> menggunakan arus konstan 10 A, maka parameter internal superkapasitor Maxwell 100F dan 650F dapat dimodelkan menjadi komponen penyusun rangkaian RC dua cabang yang terdiri atas resistansi, kapasitansi konstan, dan kapasitansi variabel. Serta dilakukannya pengujian <em>hybrid pulse power characterization</em> (HPPC) sebagai validasi tingkat akurasi rangkaian pemodelan terhadap profil arus dinamis. Maka berdasarkan dari hasil Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa rangkaian RC dua cabang memiliki akurasi pemodelan yang tinggi terhadap hasil pengujian superkapasitor sesungguhnya. Selain itu, rangkaian RC dua cabang juga memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada rangkaian RC sederhana sebagai rangkaian pembanding baik pada metode pengujian <em>charge-discharge</em> maupun HPPC. Karakter kapasitansi variabel yang mampu meningkatkan akurasi pemodelan RC dua cabang, maka menjadikan rangkaian RC dua cabang sebagai rangkaian pemodelan superkapasitor dengan akurasi yang lebih tinggi daripada RC sederhana.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/98 Desain Kontrol Kecepatan Motor Brushless DC Menggunakan Double Boost Converter Berbasis PI 2019-09-18T08:22:14+07:00 Gita Arya Pratama aryaxiitpm@gmail.com M. Krisna Ramadhani Ananta krisna.ramadhani1712@gmail.com Rio Winas Setia Budi riowinas@gmail.com Belly Yan Dewantara bellyandewantara@gmail.com Iradiratu D. P.K iradiratu@hangtuah.ac.id <p><strong>Paper ini menampilkan desain double <em>boost converter </em>yang mempunyai kemampuan menggandakan tegangan dua kali lipat berturut&nbsp; turut beban DC yang menghasilkan tegangan output tambahan atau cadangan suplai pada beban. Pada umumnya <em>double boost converter</em> ini adalah konverter daya DC to Dc meningkatkan tegangan dari input (pasokan) ke output (beban) di desain menunjukkan bahwa dengan inputan sumber AC yang di searahkan terlebih dulu dengan converter penyearah berfungsi untuk mengatur kecepatan motor <em>BLDC</em>. Untuk pengontrolan pada beban motor menggunakan <em>PI controller (</em> <em>Proportional Integrator)</em> dimana&nbsp; parameter <em>PI controller</em> diperoleh dari trial eror. <em>PI controlle</em>r juga berfungsi memperbaiki gelombang keluaran dan kecepatan motor <em>BLDC.</em></strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/100 Optimasi Time Dial Setting & Pemilihan Bentuk Kurva TCC Relay Arus Lebih pada Sistem Kelistrikan PT. Pertamina RU IV Cilacap dengan Metode Adaptive Modified Firefly Algorithm 2019-09-18T08:50:41+07:00 Kiki Fajriati kikif180@gmail.com Margo Pujiantara margo@ee.its.ac.id Ni Ketut Aryani ketut.aryani@gmail.com <ol> <li>Pertamina RU IV Cilacap Bersama PLN melakukan integrasi terhadap sistem kelistrikannya. Integrasi yang telah dilakukan berupa pemindahan beban-beban non <em>esensial </em>dari eksisting ke feeder PLN untuk disuplai langsung oleh sumber PLN. Sistem ini merupakan sistem tahap 1 yang dilakukan Pertamina Bersama PLN guna meningkatkan keandalan sistemnya. Sistem proteksi yang baik harus bisa dengan cepat meminimalisir gangguan yang terjadi sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti terhentinya sistem produksi listrik, dan kerusakan alat dapat dihindari. Dalam koordinasi proteksi, hal utama yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kualitas relay pengamannya yakni penentuan parameter dari <em>Time Dial Setting </em>(TDS).</li> </ol> <p>Pada relay arus lebih inverse (51), penentuan parameter TDS dalam praktiknya seringkali operator mengalami kesulitan menemukan setting yang tepat&nbsp; Oleh karena itu, untuk memudahkan serta mempersingkat waktu perhitungan <em>setting </em>relay arus lebih <em>inverse </em>pada penelitian ini dilakukan perhitungan TDS dengan metode <em>Adaptive Modified Firefly Algorithm. </em>Hasil penelitian ini yakni memperoleh setting TDS yang tepat dengan waktu operasi dan CTI yang minimum serta pemilihan kurva TCC guna mengetahui bahwa koordinasi proteksi sudah tepat.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/101 Peningkatkan Daya Serap Air Kain Poliester Menggunakan Plasma 2019-11-25T05:55:56+07:00 Yusril Amir Abdullah Hakim yusrilamir@gmail.com Wijono wijono@ub.ac.id Waru Djuriatno warudj@hotmail.com <p>Daya serap kain poliester dapat ditingkatkan melalui modifikasi permukaan kain menggunakan teknologi plasma<em>.</em> Pada penelitian ini, modifikasi pada permukaan serat kain poliester menggunakan <em>glow discharge plasma </em>yang terjadi pada gas bertekanan rendah. <em>&nbsp;</em>Rangkaian <em>flyback </em>digunakan untuk membangkitkan plasma pada penelitian ini. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pengaruh lama waktu penyinaran plasma terhadap daya serap kain. Jarak elektroda diatur pada jarak 3 cm. Sementara itu, lama waktu penyinaran plasma bervariasi dari 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 20 menit. Kain yang digunakan pada penelitian ini adalah kain poliester, kain katun dan kain <em>flannel</em>. Pada penelitian menggunakan bentuk elektroda piring-piring. Proses pengujian ini akan menghasilkan waktu penyerapan kain yang bervariasi pada kain yang telah disinari plasma. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa semakin lama kain disinari plasma maka daya serap nya semakin tinggi akibat adanya efek etsa pada permukaan kain. Efek etsa yang terjadi di kain dapat dilihat pada citra SEM. Selain itu, dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa kain <em>flannel</em> memiliki daya serap yang paling tinggi dibandingkan kain katun dan kain poliester</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/102 Evaluasi Koordinasi Proteksi pada Sistem Kelistrikan PT. Pertamina RU V Balikpapan dengan Mempertimbangkan Integrasi PLN 2019-09-18T09:03:03+07:00 Margo Pujiantara margo@ee.its.ac.id Ngurah Adi Brahmantia Putra ngurah.adi15@mhs.ee.its.ac.id Soedibyo soedieb@ee.its.ac.id <p class="Abstract" style="margin-bottom: .0001pt; text-indent: 0cm;"><span lang="EN-US">PT. Pertamina RU V Balikpapan sebagai perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan minyak dan gas bumi membutuhkan koordinasi proteksi sistem kelistrikan yang efektif dan selektif. Untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, PT. Pertamina RU V Balikpapan bekerja sama dengan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik. Adanya integrasi sistem kelistrikan dengan PLN mengakibatkan koordinasi proteksi pada PT. Pertamina RU V Balikpapan perlu dievaluasi kembali. Pada tugas akhir ini, koordinasi proteksi yang dievaluasi yaitu rele arus lebih untuk gangguan fasa dan untuk gangguan ke tanah serta rele diferensial sebagai pengaman ring bus dan pengaman transformator. Evaluasi setting koordinasi proteksi pada PT. Pertamina RU V Balikpapan ini perlu memperhatikan nilai arus dan waktu dalam keadaan normal maupun dalam keadaan gangguan kelistrikan. Pada tugas akhir ini dilakukan evaluasi setting koordinasi proteksi, di sisi kelistrikan beban, sisi ring bus dan sisi kelistrikan penambahan PLN. Hasil koordinasi proteksi ini dapat melindungi peralatan dari gangguan arus lebih yang berupa arus beban lebih dan arus hubung singkat. Selain itu, hasil koordinasi proteksi pada tugas akhir ini dapat melindungi peralatan utama seperti motor, transformator dan generator.</span></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/103 Optimasi Output Photovoltaic Dengan Menggunakan Tracking Dinamis Berdasarkan Waktu Penyinaran Matahari 2019-09-18T09:10:30+07:00 Arif Wibowo arif.wibowo11@yahoo.com Riny Sulistyowati riny.60294@yahoo.com <p>Salah satu energi alternatif yang sangat potensial di negara kita adalah <em>Photovoltaic</em> karena letak geografis negara kita yaitu didaerah tropis. Namun pada kenyataanya pemanfaatan <em>photovoltaic</em> adalah masih kurang maksimal karena adanya rotasi bumi yang menyebabkan gerak semu harian matahari. Dan salah satu cara untuk mengoptimalkan <em>output Photovoltaic</em> adalah dengan <em>tracking dinamis</em>. Sehingga dalam penelitian ini dirancang <em>prototype tracking photovoltaic</em> yang dapat bergerak <em>dinamis</em> berdasarkan waktu penyinaran matahari. Dimana dalam pergerakan <em>Photovoltaic</em> ini nantinya adalah sesuai dengan perhitungan sudut <em>tracking</em> yang berdasarkan arah sinar matahari. Untuk proses <em>tracking</em> ini diggunakan <em>arduino uno </em>sebagai kontrolnya. Dan dari hasil pengujian yang telah dilakukan, <em>photovoltaic</em> <em>dinamis</em> ini mampu meningkatkan daya pembangkitan sebesar 31,22% dibandingkan pemasangan<em> statis </em>pada beban pembangkitan maksimal</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/104 Rancang Bangun Sistem Monitoring Alat Praktikum Analisis Fisiologi Tumbuhan Berbasis Esp8266 dengan IoT 2019-09-18T09:16:36+07:00 Riski Achmad Fauzi riskiachmadfauzi@gmail.com Mokh. Sholihul Hadi riskiachmadfauzi@gmail.com Dyah Lestari riskiachmadfauzi@gmail.com <p><strong>Esp8266 merupakan <em>chip</em> modul <em>WiFi</em> yang digunakan untuk menghubungkan <em>board</em> mikrokontroler ke jaringan internet melalui <em>WiFi</em>. Saat ini telah banyak vendor yang mengintegrasikan <em>chip</em> Esp8266 dengan <em>board</em> mikrokontroler, salah satunya adalah modul NodeMCU yang sangat mudah dan efisien dalam pengembangan proyek <em>IoT</em>.</strong></p> <p><strong>Pada penelitian ini pengendalian dilakukan untuk menciptakan <em>environment</em> buatan sebagai sarana praktikum analisis fisiologi tumbuhan. Parameter <em>environment</em> yang akan dikendaliakan meliputi suhu, kelembapan, dan cahaya. Rentang suhu yang dioperasikan pada alat ini ialah 15 °C – 40 °C, kelembapan udara 50 – 90 %RH, dan intensitas cahaya 0 – 100 %. Parameter – parameter tersebut dikendalikan berdasarkan nilai set poin yang dimasukkan.</strong></p> <p><strong>Sebagai penunjang sarana praktikum, alat dapat dimonitor melalui aplikasi android telah terintegrasi dengan <em>server cloud</em> . Aplikasi menampilkan data <em>realtime</em> suhu, kelembapan, dan cahaya. Data – data tersebut tersimpan di memori <em>cloud</em> dan dapat diakses melalui aplikasi berupa log data dan dapat diunduh ke dalam pennyimpanan <em>smartphone </em>dengan format data <em>.xls.</em></strong></p> <p><strong>Perancangan pengendali suhu dan kelembapan dilakukan berdasarkan masukan set poin dari aplikasi. Hasil akhir dari penelitian adalah sebuah alat pengendali suhu, kelembapan, dan cahaya otomatis yang dapat dimonitor jarak jauh menggunakan aplikasi <em>smartphone android </em>serta dapat digunakan untuk proses praktikum fisiologi tumbuhan dengan rentang suhu 15 °C s.d 40 °C, kelembapan 50% s.d. 90%, dan intensitas cahaya 0 Lux s.d. 201 Lux.</strong></p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinarFe7 https://ejournal.fortei7.org/index.php/SinarFe7/article/view/109 Sistem Kontrol Penetas Telur Ayam Kampung Menggunakan Metode MADM 2019-12-07T20:22:54+07:00 Tijaniyah tijaniyah@unuja.ac.id Honainah honainah@unuja.ac.id <p>Pengeraman telur yang baik merupakan faktor utama kualitas telur ayam yang selama ini induk ayam kampung banyak mengalami kendala seperti sedikitnya telur yang menetas, banyaknya induk ayam yang tidak tahan cuaca sehingga banyak telur yang tidak menetas dan benih ayam pada telur selalu mati, sedikitnya indukan ayam yang mengerami telurnya, tidak adanya metode yang tepat dalam perhitungan parameter suhu dan kelembapan kandang ayam serta tidak adanya informasi proses penetasan telur kepada peternak secara realtime. Mengatasi persoalan tersebut, dibutuhkan teknologi terbaru yang dapat menggantikan sistem konvensional peternak dengan sistem terkontrol penetas telur ayam khususnya ayam kampung. Dalam hal ini, penulis akan membuat mesin yang dilengkapi dengan sistem kontrol penetasan telur ayam kampung menggunakan tambahan metode MADM sebagai media perhitungan keputusan menentukan suhu dan kelembapan yang baik pada kandang ayam.</p> 2019-07-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 SinaarFe7-2